Kisah Inspiratif

Mahasiswa UNY Ciptakan Pakan Lele Alami dari Enceng Gondok dan Keong Sawah

Pelet yang dibuat mahasiswa UNY ini tidak mengandung bahan kimia pabrik yang dapat mengurangi kadar protein yang terkandung di dalam ikan lele.

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Dinda Restu Nabila dan Faridatul Listiana sebagai peneliti dan pembuat pakan lele 

Penggunaan bahan perekat sangat menentukan kualitas pelet yang akan dihasilkan, karena bahan perekat dapat menjaga keutuhan komponen-komponen penyusun pakan serta dapat memperkuat ikatan penyusun pakan, sehingga pakan yang dihasilkan tidak mudah rapuh dan hancur. 

Bahan perekat digunakan untuk membuat pakan menjadi kompak, tidak cepat hancur saat dimasukkan kedalam air dan membuat pakan dapat tahan lebih lama di dalam air.

Beberapa bahan yang berfungsi sebagai perekat antara lain, agar-agar, gelatin, tepung kanji, terigu, dan tepung sagu. 

Siska menerangkan, cara pembuatan pakan lele cukup sederhana, langkah awalnya adalah merendam daging keong sawah dengan air garam selama 12 jam.

Lalu, giling bersama enceng gondok mulai dari akar, daun dengan blender sampai halus secara terpisah. 

Campurkan daging keong sawah, enceng gondok, tepung jagung, tepung pati, dan dedak sampai merata, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil sesuai dengan mulut lele.

Kemudian masukkan dalam oven dengan api kecil selama 10 menit.

Baca juga: Mahasiswa UNY Buat Inovasi Sosis dari Tempe dan Jamur Tiram, Mengandung Kadar Serat Lebih Tinggi

Faridatul Liana menambahkan, mereka membuat pakan lele tersebut dalam 3 konsentrasi, yaitu perbandingan enceng gondok dan keong sawah 1:1, 1:2, dan 2:1. 

“Untuk perbandingan 1:1 bahannya enceng gondok 150 gram, keong sawah 150 gram, dedak 50 gram, tepung jagung 50 gram, dan tepung kanji 25 gram,” ungkapnya. 

Sedangkan, untuk perbandingan 1:2 berbahan enceng gondok 75 gram, keong sawah 150 gram, dedak 50 gram, tepung jagung 50 gram dan tepung kanji 25 gram. 

Untuk perbandingan 2:1 berbahan enceng gondok 150 gram, keong sawah 75 gram, dedak 50 gram, tepung jagung 50 gram, dan tepung kanji 25 gram.

Penelitian menunjukkan, pemberian pelet enceng gondok dan keong sawah pada lele mengalami hasil yang baik.

Pada mulanya benih berumur 1 minggu  dengan panjang 0,13 meter dan berat 0,15 kg. 

Setelah 1 bulan pemberian pelet panjang lele bertambah 0,03 meter dan berat bertambah 0,04 kg.

Setelah 2 bulan panjangnya menjadi 0,28 meter dan berat 0,39 kg.

Baca juga: UNY Masih Kaji Rencana dan Skema Perkuliahan Tatap Muka

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved