Berita Kesehatan

10 Efek Nyata Diabetes yang Tak Terkendali, Solusinya Harus Segera ke Dokter!

Diabetes dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, dan jika kadar gula darah tetap tinggi, hal ini juga dapat mengancam jiwa

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Diabetes dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, dan jika kadar gula darah tetap tinggi, hal ini juga dapat mengancam jiwa. Jika diabetes tersebut tak terkendali dengan tidak diimbanginya dengan perubahan gaya hidup, maka solusinya Anda harus berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih baik.

Sebagaimana diketahui, orang yang tidak mengelola diabetesnya berisiko mengalami peningkatan kadar gula dalam darah yang berbahaya. Ini dapat memicu serangkaian gejala, mulai dari perubahan suasana hati hingga kerusakan organ.

Dengan demikian penting artinya untuk mengenali tanda dan gejalanya supaya dapat memperoleh diagnosis dini dan mengambil tindakan untuk mencegah timbulnya komplikasi.

Berikut ini adalah 10 tanda bahwa seseorang membutuhkan bantuan untuk pengobatan diabetesnya. Siapa pun yang mengalaminya harus segera berkonsultasi dengan dokter.

1. Gula darah tinggi

Pembacaan glukosa darah tinggi adalah tanda paling jelas bahwa diabetes membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Dokter akan memberi tahu mereka tentang kadar glukosa target mereka. Ini bisa berbeda-beda pada setiap orang.

The American Diabetes Association (ADA) mencatat bahwa kadar gula darah yang sehat biasanya:

  • Sebelum makan: 70–130 mg / dl
  • Dua jam setelah makan: di bawah 180 mg / dl

Penggunaan obat diabetes yang benar dan perubahan gaya hidup biasanya dapat membawa glukosa darah dalam kisaran target.

Jika glukosa darah tetap terlalu tinggi, atau jika terus meningkat, orang tersebut harus berbicara dengan dokternya, karena mereka mungkin perlu menyesuaikan rencana perawatannya.

Baca juga: Khasiat Duwet, Si Hitam yang Terbukti Ampuh Menurunkan Kadar Gula Darah

2. Infeksi yang sering

Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi. Seseorang harus menemui dokter jika mereka mulai lebih sering mengalami infeksi, atau jika mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari luka atau infeksi daripada sebelumnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2012 mencatat bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terhadap:

  • Infeksi kulit, seperti selulitis atau borok, terutama di kaki
  • Infeksi saluran kemih , termasuk sistitis
  • Infeksi mulut dan gastrointestinal
  • Infeksi saluran pernafasan, seperti tuberkulosis (TBC) dan flu
  • Infeksi jamur, misalnya sariawan
  • Infeksi telinga

Kombinasi dari kekebalan yang menurun dan glukosa darah tinggi membuat penderita diabetes sangat berisiko terkena infeksi jamur.

Infeksi yang terjadi dengan diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan dapat memburuk lebih cepat daripada pada orang lain. Tanpa pengobatan yang tepat, sepsis, komplikasi yang mengancam jiwa, dapat berkembang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved