Berita Kesehatan
Jika Anda Sudah Mengalami Hal Ini, Maka Anda Positif Pradiabetes
Pradiebetes adalah diabetes ambang terjadi ketika gula darah berada di kisaran 100 hingga 125 miligram per desiliter (mg/dL).
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Perasaan haus yang terus-menerus juga bisa disebabkan oleh:
- Dehidrasi
- Diuresis osmotik, peningkatan buang air kecil karena kelebihan glukosa yang memasuki tubulus ginjal yang tidak dapat diserap kembali, menyebabkan peningkatan air di tubulus
- Masalah kesehatan mental, seperti polidipsia psikogenik
2. Poliuria
Poliuria adalah istilah yang digunakan saat Anda buang air kecil lebih banyak dari biasanya.
Kebanyakan orang menghasilkan sekitar 1–2 liter urin per hari (1 liter sama dengan 4 cangkir).
Orang dengan poliuria menghasilkan lebih dari 3 liter urin dalam sehari.
Ketika kadar glukosa darah terlalu tinggi, tubuh Anda akan mencoba mengeluarkan sebagian kelebihan glukosa melalui buang air kecil.
Baca juga: Hati-hati, Inilah 9 Tanda-tanda Diabetes yang Kerap Tak Disadari
Ini juga menyebabkan ginjal menyaring lebih banyak air, yang menyebabkan peningkatan kebutuhan untuk buang air kecil.
Buang air kecil yang tidak normal juga dapat dikaitkan dengan hal-hal lain selain diabetes, termasuk:
- Kehamilan
- Diabetes insipidus
- Penyakit ginjal
- Kadar kalsium tinggi, atau hiperkalsemia
- Masalah kesehatan mental, seperti polidipsia psikogenik
- Minum obat seperti diuretik
3. Polifagia
Polifagia menggambarkan kelaparan yang berlebihan.
Meskipun kita semua mungkin merasakan peningkatan nafsu makan dalam situasi tertentu - seperti setelah berolahraga atau jika kita sudah lama tidak makan - terkadang itu bisa menjadi tanda dari kondisi yang mendasarinya.
Baca juga: Tak Hanya Menangkal Guna-guna, Daun Kelor Berkhasiat Obati Sendi, Diabetes, Radang Hingga Kanker
Pada penderita diabetes, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Ini bisa disebabkan oleh tingkat insulin yang rendah atau resistensi insulin. Karena tubuh Anda tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi, Anda akan mulai merasa sangat lapar.
Rasa lapar yang terkait dengan polifagia tidak hilang setelah mengonsumsi makanan.
Faktanya, pada penderita diabetes yang tidak terkelola, makan lebih banyak hanya akan berkontribusi pada kadar glukosa darah yang sudah tinggi.
Seperti polidipsia dan poliuria, hal-hal lain juga dapat menyebabkan polifagia. Beberapa contoh termasuk:
- Tiroid yang terlalu aktif, atau hipertiroidisme
- Sindrom pramenstruasi (PMS)
- Stres
- Minum obat tertentu, seperti kortikosteroid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cara-manurunka-gula-darah-alami-bagi-penderita-diabetes.jpg)