BMKG Yogyakarta Prediksi Cuaca Ekstrem di DIY Berlangsung Hingga Bulan Februari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta memprediksi sebagian wilayah DIY akan memasuki puncak

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Hujan deras turun di wilayah DIY karena cuaca ekstrem akibat pembentukan siklon di selatan perairan Jawa 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta memprediksi sebagian wilayah DIY akan memasuki puncak musim penghujan.

Maka dari itu, potensi cuaca ekstrem akan sering terjadi dan terasa pada musim hujan di bulan Januari hingga Februari 2021.

“Kalau kita analisis, kejadian cuaca atau curah hujan ekstrem di atas 50 mm per hari itu sudah hampir merata di seluruh wilayah DIY,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Yogyakarta, Rani Kraningtyas ketika dihubungi Tribun Jogja, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Tok! Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri

Baca juga: Kwarda DIY Bentuk Pusat Pengembangan Jurnalistik untuk Wadah Perwarta Pramuka Berbakat

Ia menjelaskan, curah hujan yang cukup tinggi itu berdampak pada masing-masing daerah.

Dampaknya juga berbeda-beda, tergantung dari letak geografis wilayah.

“Di Gunungkidul, bisa saja terjadi longsor. Kemudian, di daerah Bantul yang termasuk dataran rendah dan kawasan dekat pinggir sungai, maka sering tergenang dan rawan banjir,” jelasnya.

Ditambahkan Rani, adanya curah hujan ekstrem ini karena pembentukan bibit siklon yang terjadi di perairan selatan Jawa, meski hanya satu hingga dua hari saja.

Jika di perairan selatan Jawa memiliki suhu yang cukup hangat, maka tekanan rendah akan sering terjadi dan tempat itu menjadi pusatnya.

Baca juga: Potensi Bencana Akibat Dampak dari Cuaca Ekstrem di Wilayah DIY, Berikut Penjelasan BMKG

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Maling Motor Spesialis Penginapan di Sleman

Kemudian, apabila pusat tekanan memiliki tekanan yang semakin rendah, biasanya itu akan menjadi siklon.

“Walaupun waktu terbentuknya hanya sehari hingga dua hari saja, tapi ada dampak signifikan untuk DIY, salah satunya ya peningkatan curah hujan,” tukas Rani. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved