Breaking News:

BPBD Kabupaten Magelang Belum Buka Opsi Desa Pengungsi Baru 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengaku masih belum membuat opsi untuk membuka desa

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto saat ditemui di kantornya, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengaku masih belum membuat opsi untuk membuka desa pengungsi baru menyusul berubahnya prakiraan bahaya erupsi Gunung Merapi.

Pengungsi yang menempati tempat evakuasi akhir (TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan masih terdiri dari warga Desa Krinjing, Paten, Keningar, dan Ngargomulyo. 

"Karena rekomendasinya itu 5 kilometer untuk letusan effusif (lelehan) ke arah Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih, kami belum merencanakan untuk pengungsian baru karena ancaman itu tidak sampai ke pemukiman, baik itu effusif maupun eksplosif," jelas Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto Selasa (19/1/2021). 

Baca juga: Detik-detik Aksi Perampokan di Semarang Terekam CCTV, Pelaku Bersenjata Gondol Uang Ratusan Juta

Baca juga: Perbaiki Sistem Pelaporan Ketersediaan Tempat Tidur di RS, Gugas Covid-19 DIY akan Aktifkan SPGDT

Namun demikian, Edi menambahkan bahwa pihaknya akan tetap melakukan antisipasi untuk rekomendasi yang terbaru dari BPPTKG sambil tetap mewaspadai skenario lama.

Sebab, menurutnya semua potensi ancaman masih tetap ada, namun yang berkurang hanya persentasenya saja. 

Dalam surat rekomendasi dari BPPTKG itu disebutkan bahwa, sebelumnya ancaman zona bahaya Gunung Merapi di Kabupaten Magelang berada di sisi Barat atau mengarah ke Kali Gendol dengan tiga desa dan sembilan dusun masuk ke dalam zona bahaya. 

Setelah terjadi perubahan seiring perkembangan aktivitas Gunung Merapi, BPPTKG menyatakan bahwa zona bahaya berubah ke Barat Daya dengan letusan effusif sejauh 3 kilometer. 

Baca juga: Bangun Masjid, SMAN 1 Wonosari Gunungkidul Dapat Bantuan Pihak Swasta

Baca juga: Manajemen PSIM Yogyakarta Berharap Pesepakbola Masuk Daftar Prioritas dan Dapat Vaksin Covid-19

"Kalau 5 kilometer ada desa yang terancam kalau 3 kilometer tidak ada. Bedanya itu saja arah ancaman dan jenisnya," ujar dia. 

Pihaknya juga akan terus merespons data-data yang dikeluarkan oleh BPPTKG sambil berkordinasi dengan instansi lainnya.

Ditambah pula, pihaknya telah menyiapkan skenario terburuk jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus. 

"Kesiapsiagaan kan mesti dilakukan terus. BPPTKG kan rekomendasinya hanya tiga desa dan sembilan dusun, kami itu telah mengungsikan empat desa dengan untuk 30 dusun. Ditambah lagi dengan 19 desa yang akan diungsikan untuk resiko yang lebih besar," jelasnya. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved