Breaking News:

Kabupaten Sleman

Sudah Hafal dengan Karakter Merapi, Warga Tritis dan Ngandong Masih Jalani Aktifitas Seperti Biasa

Aktivitas warga di Dusun Tritis - Ngandong, Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman masih berjalan normal.

Tribun Jogja// Ahmad Syarifudin
Riyanta, Ketua RT 6 Tritis-Ngandong, Girikerto, Turi, Sleman, sedang melakukan aktivitas sehari-hari. 

Termasuk, pendataan terhadap ternak dan kendaraan milik warga.

Untuk sementara ini, kata dia, warga sudah mendapat imbauan agar jangan mencari rumput mendekati radius jarak 5 kilometer dari puncak, dan menghindari aktivitas di sepanjang aliran sungai. 

Sebab, selain lava pijar dan awan panas, warga juga diminta mewaspadai terhadap ancaman lahar dingin.

Menurutnya, pada fase erupsi Merapi tahun 1994, 2006, dan 2010, lahar dingin Merapi menerjang melewati Sungai Bedog. 

"Sungai Bedog ini lokasinya cukup dekat dengan pemukiman warga," tuturnya. 

Lanjutnya, Riyanto mengungkapkan, mayoritas warga Tritis - Ngandong sebenarnya sudah hafal ketika Merapi akan erupsi.

Karena, warga sudah lama bahkan bertahun-tahun tinggal di lerengnya. Tanda-tanda alam itu, kata dia, seperti terdengar gemuruh kencang dari puncak, dan terlihat mengeluarkan awan panas disertai dengan kilat. 

"Warga di sini sudah lama bergaul dengan Merapi. Mayoritas sudah mengerti soal tanda-tanda itu. Yang penting jangan panik," ujar dia. 

Terpisah, salah satu warga Tritis Slamet Sefanto berharap Merapi segera membaik. Kakek 61 tahun itu setiap hari mengaku masih melakukan aktivitas normal seperti biasa.

Bertani dan mencari rumput untuk ternak. Namun, karena Merapi berstatus siaga, Ia tidak berani mencari rumput mendekat ke arah puncak. 

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved