Breaking News:

PSTKM Covid19

Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta Temukan Pelanggaran Batas Jam Operasional PSTKM

Masih banyak ditemukan pelanggaran batas waktu operasional di sejumlah tempat hiburan dan restoran selama masa PSTKM Covid-19 di Kota Yogyakarta.

TRIBUNJOGJA.COM/AGUS WAHYU
TEGAS - Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta memberikan penjelasan tentang aturan SE Wali Kota Yogyakarta tentang penerapan PSTKM selama masa pandemi Covid-19 di sebuah restoran di daerah Mantrijeron Yogyakarta, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak diberlakukannya Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Kota Yogyakarta mulai 11 Januari lalu, jajaran Satpol PP bersama Polres Kota Yogyakarta dan TNI menggiatkan patroli razia penerapan SE Walikota Nomor: 443/025/SE/2021 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat.

Saat Tribunjogja.com mengikuti kegiatan Giat Malam Satpol PP Kota Yogyakarta, Jumat (15/1/2021), masih ditemukan pelanggaran terkait batas waktu aktivitas kerumunan di sejumlah tempat hiburan dan restoran. Malam itu, jajaran personel Satpol PP bersama Polres Kota menyambangi dua tempat hiburan karaoke di kawasan Kecamatan Umbulharjo dan sebuah restoran mewah di daerah Mantrijeron.

“Kita bisa saksikan sendiri, masih banyak yang belum mematuhi aturan PSTKM, terutama terkait jam operasional kegiatan dan protokol kesehatan dengan jarak duduk. Kami lakukan kegiatan ini sebagai upaya penegakkan aturan Wali Kota Yogyakarta demi mengurangi risiko penularan Covid-19,” ujar Bayu Laksmono, Kabid Perlindungan Masyarakat Kantor Satpol PP Kota Yogyakarta, yang memimpin giat malam tersebut.

Pada giat malam itu, Satpol PP Kota memberikan satu surat peringatan (SP) 1 kepada pemilik restoran mewah yang berada di seputaran Jalan DI Panjaitan Mantrijeron. Surat teguran ini akhirnya diberikan, lantaran pihak pengelola menggelar kegiatan melebihi batas waktu, yakni di atas pukul 19.00 WIB.

“Kami mencoba menegakkan aturan kebijakan. Meski pihak pemilik restoran menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berakhir pukul 7 malam, faktanya masih ada kumpul-kumpul sampai pukul 20.30 lebih,” ujar Kasie Kewaspadaan Dini, Ahmad Hidayat menambahkan.

Hanya saja, ketika melakukan sidak di dua tempat hiburan karaoke di daerah Umbulharjo, petugas penegak Perda Kota itu tak mendapati kegiatan yang melebih jam operasional. Namun, ditemukan bukti struk pemakaian layanan karaoke tertanggal 14 Januari 2021 dengan catatan waktu pukul 22.00 WIB.

“Diduga sudah bocor razia ini. Saat kami datang tak ada aktivitas karaoke, tapi ada bukti struk senilai Rp2 juta tertanggal 14 Januari jam 10 malam. Jadi ini jelas melanggar aturan PSTKM. Kami akan panggil pengelola tempat hiburan ini,” lanjut Bayu.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Drs Agus Winarto mengatakan, kegiatan ini dilakukan rutin hingga akhir penerapan PSTKM, 25 Januari mendatang. “Giat malam ini adalah upaya untuk menegakkan kebijakan PSTKM sampai 25 Januari. Jadi, mohon maklum kepada semuanya agar tetap patuh dan taat terhadap kebijakan tersebut, demi kebaikan dan kenyamanan semuanya. Termasuk, para konsumen jangan memaksa untuk datang makan pada jam-jam menjelang tutup” tandas Agus. (*)

Penulis: Agus Wahyu
Editor: Agus Wahyu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved