Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

BPPTKG: Dalam 12 Jam Terakhir, Gunung Merapi Tercatat Keluarkan 18 Kali Lava Pijar

Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar dengan intensitas cukup tinggi pada Kamis (14/1/2021) malam. 

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar dengan intensitas cukup tinggi pada Kamis (14/1/2021) malam. 

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Kamis (14/1/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati guguran lava pijar sebanyak 17 kali dengan intensitas kecil hingga sedang dan jarak luncur maksimum 600 meter ke arah hulu Kali Krasak.

"Guguran beberapa kali terjadi pada malam ini. Jarak luncur bervariasi, namun secara umum masih kurang dari 1 km," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, saat dihubungi, Kamis (14/1/2021) malam. 

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG Yogyakarta Hari Ini, Jumat 15 Januari 2021

Baca juga: Jendela Transfer Liga Italia, AC Milan-Mario Mandzukic Sepakat Kontrak Enam Bulan?

Pada periode tersebut, dilaporkan gunung jelas terlihat, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.

Selanjutnya, guguran lava pijar kembali terjadi sebanyak 1 kali pada Jumat (15/1/2021) antara pukul 00.00-06.00 WIB.

Pada periode ini, secara visual gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

"Guguran lava pijar 1 kali jarak luncur 400 meter arah hulu Kali Krasak," ungkap Hanik menjelaskan lava pijar pada periode tersebut. 

Baca juga: Liverpool vs MU, Komentar Paul Pogba Jelang Big Match Liga Inggris Akhir Pekan

Baca juga: Berita Terbaru Transfer Pemain Masuk-Keluar Liga Inggris, Chelsea, West Brom, Leicester, MU

Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 13-22 °C, kelembaban udara 66-95 persen, dan tekanan udara 567-687 mmHg.

Adapun kegempaan yang terjadi di antaranya 25 kali gempa guguran, 2 kali gempa hybrid/fase banyak, dan 1 kali gempa tektonik jauh. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved