Tantangan Pembinaan Sepak Bola Usia Muda di Tengah Pandemi
Di samping kompetisi sepak bola profesional yang tak kunjung ada kejelasan, dampak lain yang dirasakan ialah pembinaan pemain
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
Masalah kurikulum, kualitas pelatih, sarana prasarana latihan juga menjadi kendala serius yang harus diselesaikan.
Baca juga: Jumat Ini BST Kemensos Tahap Pertama 2021 Akan Disalurkan di Gunungkidul
Akibat belum ada standarisasi atau syarat-syarat yang harus dipenuhi secara khusus membuat SSB mudah didirikan, tapi juga dengan mudah bubar di tengah jalan.
Di Sleman sendiri, saat ini terdapat 20 SSB yang masih aktif dan terus melakukan pembinaan usia dini. Meski sempat terhenti, kini para pemain dini sudah berlatih kembali sejak Oktober 2020 lalu. Tentunya dengan memperlakukan protokol kesehatan yang ketat.
Selain dilakukan cek suhu, menggunakan hand sanitizer bagi pemain, para siswa wajib mengganti baju setelah berlatih dengan baju bersih.
Menjaga semangat anak-anak untuk tetap berlatih juga menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen SSB. Sepakbola menjadi sarana untuk tetap menjaga imun anak-anak. Hal ini mendapatkan dukungan dari orangtua siswa, yang dengan setia tetap mendampingi para siswa berlatih.