Update Gunung Merapi

Update Gunung Merapi, Selasa Pagi Terjadi Dua Kali Guguran ke Arah Kali Krasak

Update Gunung Merapi, Selasa Pagi Terjadi Dua Kali Guguran ke Arah Kali Krasak

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Rentetan guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktifitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi.

Pada Senin (11/1/2021) mulai pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sebanyak 25 kali.

Luncuran lava pijar Gunung Merapi mengarah ke hulu kali Krasak dengan jarak maksimal 600 meter.

Secara visual pula, asap tampak berwarna putih, intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian 400 m di atas puncak. 

Hal itu disampaikan Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui keterangan harian resminya.

Adapun kegempaan yang terjadi selama Senin (11/1/2021) di antaranya 149 gempa guguran, 163 gempa hybrid/fase banyak, 40 gempa vulkanik dangkal, 3 gempa tektonik, dan 33 gempa hembusan. 

"Laju rata-rata deformasi atau penggembungan tubuh Gunung Merapi melalui pengukuran electronic distance measurement (EDM) Babadan sebesar 9 cm/hari (dalam 3 hari)," ujar Hanik, Selasa (12/1/2021). 

Baca juga: Titik Api Diam dan Lava Pijar Tanda Fase Erupsi Gunung Merapi

Baca juga: BPPTKG : Terdapat Dua Gundukan di Puncak Gunung Merapi, Gundukan Tengah Masih Butuh Konfirmasi

Sementara itu, pada periode amatan Selasa (12/1/2021) pukul 06.00-12.00 WIB Gunung Merapi teramati mengalami guguran 2 kali dengan jarak luncur 300-400 meter ke hulu Kali Krasak.

Gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Selanjutnya, pada periode Selasa (12/1/2021) pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Merapi tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. 

"Suara guguran 1 kali dari Pos Babadan dengan intensitas sedang," imbuhnya. 

Adapun berikutnya, yakni periode pengamatan, Selasa (12/1/2021) pukul 12.00-18.O0 WIB, cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 16-21 °C, kelembaban udara 74-90 persen, dan tekanan udara 625-686 mmHg. Volume curah hujan 111 mm per hari.

Kegempaan yang terjadi dalam periode tersebut antara lain, gempa guguran 31 kali, gempa hembusan 4 kali, gempa hybrid/fase banyak 10 kali, gempa vulkanik dangkal 1 kali, dan gempa tektonik jauh 1 kali. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved