Breaking News:

Kabupaten Sleman

DLH Sleman Review Ulang DED TPST Sleman

Review ulang DED dilakukan karena terjadi perubahan lokasi pembangunan TPST.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman akan mereview kembali Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sleman.

Kepala DLH Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya mengatakan review ulang DED dilakukan karena terjadi perubahan lokasi pembangunan TPST.

Semula DED dibuat dengan lokasi Tambakboyo, tetapi lokasi terbaru adalah Minggir.

"Dulu kan DED Tambakboyo, sekarang lokasinya berbeda, maka harus direview kembali," katanya, Minggu (10/01/2021).

Baca juga: Berada di Perbatasan Klaten-Sleman, Candi Prambanan Terima Kebijakan Berbeda Akibat PPKM Jawa-Bali

Ia melanjutkan kendala pembangunan TPST Sleman adalah pemahaman warga.

Masyarakat masih beranggapan TPST yang akan dibangun seperti TPST Piyungan saat ini.

Padahal, TPST yang akan dibangun oleh DLH Kabupaten Sleman sangat berbeda sekali dengan Piyungan.

Sampah yang dibuang di TPST Sleman, nantinya adalah sampah residu sehingga perlu ada pengolahan sampah terlebih dahulu.

Sampah Organik akan diolah dengan dikomposkan, sedangkan sampah anorganik akan dimanfaatkan kembali.

"Residunya akan dimusnahkan dengan termal. Sehingga nanti TPSTnya akan berbeda dengan Piyungan. Makanya dengan adanya TPST nantinya diharapkan masyrakat bisa mengeola sampah secara mandiri. Sehingga yang dibuang hanya residu," lanjutnya.

Baca juga: Bupati Sleman Keluarkan Instruksi Bupati Terkait PSTKM 

Guna meyakinkan warga Minggir, pihaknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu sehingga masyarakat memilki gambaran TPST yang akan dibangun di lingkungan tersebut.

Selain itu, pihaknya mengajak pengurus RT dan RW untuk studi orientasi ke Tangerang.

Tujuannya adalah agar warga melihat bagaimana pengolahan sampah di TPST Sleman nantinya.

"Kami sosialisasi kepada masyarkat dulu, kami tawarkan program dan usulan. Kemudian pengurus setempat, RT dan RW untuk studi orientasi ke Tangerang. Mudah-mudahan teman-teman yang telah melihat langsung praktiknya, akan semakin yakin jika TPST yang akan kami bangun tidak bermasalah di kemudian hari," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved