DKI Jakarta

Ini Penjelasan Anies Baswedan Soal Kondisi Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Pasien covid-19 di DKI Jakarta yang kondisi kritis dan mengalami gejala berat cukup tinggi.

Editor: Hari Susmayanti
Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta
Guberbur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah restoran Ibu Kota pada Sabtu (8/8/2020) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pasien covid-19 di DKI Jakarta yang kondisi kritis dan mengalami gejala berat cukup tinggi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, saat ini angka kasus aktif covid-19 di ibu kota menembus angka lebih dari 17.000 kasus.

Dari jumlah itu, pasien covid-19 yang kondisinya kritis sebanyak 2 persen dari total kasus aktif.

Artinya, saat ini 340 pasien yang saat ini tengah berjuang melewati masa-masa kritis di rumah sakit. 

Sementara pasien covid-19 yang mengalami gejala besar jumlahnya sebesar 3 persen dari kasus aktif atau sekitar 510 orang.

"Kasus aktif di Jakarta tertinggi dalam masa pandemi Jakarta dalam 9 bulan lebih. Angka 17 ribu adalah angka tertinggi yang pernah kita miliki," ucap Anies dalam siaran di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (9/1/2021) pagi.

Anies memaparkan rincian kondisi pasien itu. Ia menyebut, berdasarkan data selama ini, 40 persen pasien tanpa gejala.

Lalu, 30 persen pasien mengalami gejala ringan dan 25 persen gejala sedang.

Sementara yang mengalami gejala berat hanya 3 persen.

Namun dengan banyaknya kasus aktif di DKI yang mencapai 17.000, maka angka yang mengalami gejala berat ini juga cukup tinggi.

"Yang mengalami gejala berat, 3 persen dari 17.000 itu artinya ada 510 orang," kata Anies.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Perketat PSBB Mulai 11-25 Januari, Ini Poin-poin Utamanya

Baca juga: Anies Baswedan Kembali Perpanjang PSBB Transisi, Ini Alasannya

Terakhir, jumlah pasien yang kritis yakni sebesar 2 persen dari kasus aktif.

Artinya, ada 340 pasien yang saat ini tengah berjuang melewati masa-masa kritis di rumah sakit.

Anies menyebut, meningkatnya pasien Covid-19 ini harus diantisipasi.

Selain dengan menambah jumlah tempat tidur dan fasilitas di RS, antisipasi juga dilakukan dengan memperketat pembatasan aktivitas masyarakat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved