Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Siap Dukung Pengembangan GeNose C19 Buatan UGM

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo siap mendukung pengembangan alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19.

Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama GeNose C19 Buatan UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo siap mendukung pengembangan alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19.

Tak hanya langsung memesan 100 unit dan mengusulkan pada Presiden Joko Widodo agar GeNose dijadikan alat pemeriksaan resmi Covid-19, Ganjar juga menegaskan siap membantu pendanaan UGM dalam rangka pengembangan GeNose C-19.

Hal itu ditegaskan Ganjar saat berkunjung ke pabrik GeNose di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Sebagai Gubernur yang juga alumni UGM, Ganjar siap mendukung penuh pengembangan karya anak bangsa itu.

Baca juga: RAMALAN Shio Besok Minggu 10 Januari 2021: Prediksi Lengkap 12 Shio

Baca juga: Jangan Lupa Berdoa Sebelum Tidur, Ini Bacaan Doanya Beserta Arab, Latin, dan Terjemahannya

"Saya akan dukung penuh pengembangan GeNose, karena ini karya anak bangsa. Bahkan untuk pengembangannya ke depan, saya siap mengupayakan pendanaan agar produksinya semakin meningkat," katanya.

Suntikan modal, lanjut Ganjar sangat dibutuhkan untuk UGM agar program tersebut terus berjalan.

Apalagi setelah diluncurkan, jumlah pesanan alat ini terus meningkat.

Ganjar yang juga Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) itu menegaskan, pihaknya siap membantu UGM dalam hal pendanaan GeNose.

Caranya, ia mengajak seluruh alumni UGM untuk mengumpulkan donasi guna membantu mengembangkan GeNose.

"Alumni UGM kan banyak, bisa kita minta gotong royong membantu pengembangan dan produksi alat ini. Ini bukan sesuatu yang sulit, pasti mereka semua mendukung," jelasnya.

Selain karya anak bangsa, keberadaan GeNose lanjut Ganjar sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi saat ini.

Selain harganya murah, alat ini bisa dengan cepat mendeteksi Covid-19 hanya dengan hembusan nafas dan dalam waktu tidak lebih dari tiga menit.

"Saya membayangkan, jika semua Puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat dan para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kalau negara memerintahkan seluruh daerah menggunakan ini, maka surveilans akan jauh lebih baik dan coverage pengecekan di Indonesia untuk mengetahui berapa yang terpapar akan jauh lebih cepat," pungkasnya.

Baca juga: Coba Skincare Routine Malam Ini, Tak Hanya Produk Tapi Juga Perhatikan Bantal dan Posisi Tidur

Baca juga: AMAD DIALLO: Winger Baru Manchester United Pakai Nama Punggung ‘AMAD’ dan No. 19

Sementara itu, Ketua Tim GeNose C-19, Prof Kuwat Triyana mengatakan, sejak izin edar GeNose keluar, pesanan alat itu terus meningkat.

Sampai tanggal 31 Desember 2020 lalu, pesanan yang masuk sudah sampai 10.760 unit.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved