Bisnis
BPR Madani Sejahtera Abadi Beri Pelatihan Gratis bagi Ratusan Pelaku UMKM
Para pelaku UMKM itu akan dilatih secara gratis dan didampingi dalam membuka toko daring serta mendapat akses domain selama satu tahun gratis.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan pelaku UMKM mendapatkan fasilitas pelatihan terkait pembuatan website dan toko online gratis yang diinisiasi BPR Madani Sejahtera Abadi (MSA) Yogyakarta.
Di masa pandemi, dorongan untuk berpindah ke sektor daring oleh UMKM dinilai perlu.
Y Tri Agung Pujiantoro, Direktur MSA mengatakan, pelatihan itu ke depan akan direncakan berjalan selama enam kelas.
Tiap kelas akan menampung puluhan pelaku UMKM dengan materi pelatihan yang beragam.
"Program ini merupakan program lanjutan dari tagar anda tidak sendiri yang telah kami rilis tahun lalu," katanya, Sabtu (9/1/2021).
Baca juga: Tips Pengembangan UMKM : Keuangan Bisnis dan Keluarga Harus Dipisahkan
Agung menyatakan, para pelaku UMKM itu akan dilatih secara gratis dan didampingi dalam membuka toko daring serta mendapat akses domain selama satu tahun gratis.
"Kami juga membuat ekosistem UMKM, kami buat pameran offline dan online bekerjasma dengan Wira Karya dan Dinas Koperasi UKM DIY. Kami melatih cara pembukuan keuangan, cara pemasaran, cara membuat website, sosial media dan jualan di marketplace," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menambahkan, di masa pandemi seperti sekarang pergerakan ekonomi terkhusus bagi pelaku UMKM masih sulit untuk tumbuh.
Hal ini disebabkan oleh roda ekonomi di DIY sebagian besar digerakkan oleh sektor pendidikan dan juga pariwisata yang sementara ini terhenti aktivitasnya akibat pandemi.
Untuk itu dia mengapresiasi pelatihan tersebut.
Menurutnya, mendorong UMKM agar beralih memasarkan produk secara daring adalah pilihan terbaik di masa pandemi ini.
Baca juga: Rencana BLT UMKM Diperpanjang hingga 2021, Berikut Penjelasan hingga Cara Mendapatkannya
"Kegiatan ini merupakan momentum yang tepat karena adanya pandemi COVID-19 ini kita juga tidak tahu kapan berakhir," katanya.
Siswi menyatakan, pemberlakuan PSTKM yang akan dimulai pada 11 Januari mendatang juga akan berdampak pula kepada keberlangsungan UMKM.
Namun dengan adanya kreativitas dan inovasi tentu itu tidak akan berdampak secara signifikan karena semua akan bertransaksi secara daring.
"Yang paling penting adalah kesamaan produk saat didisplay di daring dengan aslinya itu menurut saya yang penting dalam berjualan daring ini. Artinya kualitas dijaga dan jangan sampai konsistensi dari jualan daring jadi tidak bertahan," pungkas dia. ( Tribunjogja.com )