Breaking News:

Gunungkidul

Harga Kedelai Impor Naik, Disperindag Gunungkidul Minta Perajin Tahu-Tempe Lakukan Penyesuaian

Meski sedikit, kenaikan harga kedelai tetap berpengaruh pada produksi pangan berbasis kedelai seperti tahu dan tempe.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Harga kedelai impor mengalami kenaikan di awal tahun 2021 ini.

Meski tidak signifikan, kenaikan tersebut tetap berpengaruh pada produksi pangan berbasis kedelai seperti tahu dan tempe.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Virgilio Soriano mengatakan sempat ada informasi jika para perajin tahu-tempe akan melakukan mogok produksi.

"Ada info kalau mereka berencana stop produksi selama 2 hari, karena merasa terdampak," jelas Virgilio dihubungi pada Senin (04/01/2021).

Meskipun demikian, aksi tersebut ternyata tidak dilakukan.

Baca juga: Naik Sejak Akhir Desember, Harga Kedelai Impor di Gunungkidul Stabil Rp 9 Ribu

Disperindag Gunungkidul pun telah melakukan kroscek dan memastikan bahwa belum banyak perajin yang melaporkan keluhan.

Menurut Virgilio, rata-rata pengrajin memahami situasi yang ada.

Apalagi mengingat produksi tahu-tempe memang sangat tergantung pada kedelai impor.

Namun pihaknya tetap memberikan imbauan.

"Kami minta para perajin melakukan penyesuaian dari kondisi ini, termasuk lebih mengoptimalkan bahan yang ada," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved