Bermodal Tisu, Karya Gambar Perupa Wanita Asal Gunungkidul Ini Tembus Pameran Nasional
Jika menggambar umumnya menggunakan media kertas, Yunita justru memanfaatkan lembaran tisu yang tipis.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Inspirasi dalam membuat karya seni selalu muncul dari mana saja, bahkan terkadang tak biasa.
Seperti yang dilakukan oleh Aryati Yunita Sari, perupa asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Jika menggambar umumnya menggunakan media kertas, Yunita justru memanfaatkan lembaran tisu yang tipis.
Namun karya yang dihasilkan tak kalah cantik dengan media lainnya.
Wanita 30 tahun ini menuturkan, penggunaan tisu sebagai media gambar berawal dari keisengan dan rasa penasaran.
"Ya awalnya saya menggambar di kertas, tapi karena penasaran saya coba di lembaran tisu," kata Yunita, Senin (04/01/2021).
Warga Pedukuhan Kepek I, Kalurahan Kepek, Wonosari ini mengaku sejak kecil sudah senang dengan seni gambar.
Karyanya pun sudah mencapai ratusan lembar, dan terpajang di studio khusus dalam kediaman pribadinya.
Yunita bahkan tak menggunakan pensil dalam menggambar, melainkan bolpoin.
Alhasil, goresannya pun permanen membekas di kertas tisu tanpa bisa dihapus.
Namun kondisi tersebut bukan jadi kendala. Apalagi ia memang sudah lihai dalam menggambar.
Setidaknya dalam sehari ia bisa membuat satu buah karya.
"Menggambar di kertas tisu juga tergolong cepat, kurang dari satu jam sudah jadi," kata pengajar bidang seni rupa ini.
Berkat bakatnya tersebut, karya Yunita kini mampu menembus tingkat nasional.
Belum lama ini karyanya lolos ikut seleksi untuk mengikuti pameran perupa se-Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aryati-yunita-sari.jpg)