Breaking News:

Kabupaten Sleman

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Rencana Sekolah Tatap Muka di Sleman Ditunda

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Rencana Sekolah Tatap Muka di Sleman Ditunda

englishlive.ef.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman batal melakukan sekolah tatap muka pada Januari 2021.

Dengan demikian, pembelajaran pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022 masih dengan jarak jauh atau daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan penularan COVID-19 di Kabupaten Sleman masih tinggi.

Sehingga pihaknya tidak bisa mengambil resiko dengan menggelar sekolah tatap muka. 

"Penularan COVID-19 masih tinggi, kemudian juga mempertimbangkan Instruksi Gubernur, jadi pembelajaran tatap muka untuk Januari belum bisa dilaksanakan,"Minggu (03/01/2021).

Ia melanjutkan secara umum sekolah sudah siap menjalankan sekolah tatap muka.

Sejak November 2020 lalu, pihaknya mendorong sekolah untuk menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung sekolah tatap muka. 

Baca juga: Rencana Belajar Tatap Muka Semester Genap Januari 2021 Ditunda oleh Pemkab Klaten, Ini Alasannya

Baca juga: Disdikpora Gunungkidul Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di Awal 2021

Selain itu, sekolah juga diminta untuk melakukan simulasi sekolah tatap muka.

Dengan demikian, sekolah dapat menilai kekurangan dan dapat memperbaikinya sebelum sekolah tatap muka benar-benar dilakukan. 

"Pada dasarnya sekolah sudah siap untuk tatap muka. Tetapi kan harus tetap mempertimbangkan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman. Saat ini penularan masih tinggi, sehingga memang belum memungkinkan,"lanjutnya.

Pihaknya merencanakan sekolah tatap muka bisa dilaksanakan pada Februari mendatang. Namun demikian, perkembangan COVID-19 di Kabupaten Sleman menjadi pertimbangan utama. 

"Kalau memang perkembangannya baik, Gubernur mengizinkan, tentu sekolah tatap muka bisa dilaksanakan. Kami masih mengkaji untuk dilakukan Februari, tetapi tentu pertimbangan utamanya adalah perkembangan COVID-19,"tambahnya. 

"Kami akan lakukan ujicoba terbatas dulu. Sekolah yang benar-benar sudah siap, kami dorong untuk sekolah tatap muka. Tentu harus dengan persetujuan orangtua dan komite sekolah. Jadi tidak serta-merta tatap muka, tetap sangat terbatas,"tutupnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved