Pengungsi Gunung Merapi

BPBD DIY Mulai Khawatirkan Kondisi Psikis 240 Orang Kelompok Rentan Pengungsi Gunung Merapi 

Sudah satu bulan lebih pengungsi Gunung Merapi kalangan lansia di Kabupaten Sleman bertahan di bilik darurat pengungsian.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Wakil Ketua Gugus Tugas penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sudah satu bulan lebih pengungsi Gunung Merapi kalangan lansia di Kabupaten Sleman bertahan di bilik darurat pengungsian.

Sementara status Gunung Merapi saat ini masih tetap di level siaga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY pun masih belum merekomendasikan para pengungsi tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengaku mulai khawatir dengan kondisi psikis para pengungsi.

Baca juga: Persiapan Pendaftaran CPNS 2021, Berikut Prosedur dan Syarat Membuat SKCK

Baca juga: Terdampak Isu Lockdown Malioboro dan PSBB, Okupansi Hotel di Yogyakarta Tersisa 8 Persen

Sementara di sisi lain, rekomendasi dari Balai Penyelidkan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengatakan dengan kondisi saat ini belum memungkinkan para pengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Biwara mengatakan, perlu adanya terapi untuk mengendalikan kejenuhan para pengungsi di sana.

Program pendampingan psikis dibutuhkan oleh para pengungsi.

Ia berharap pemerintah setempat dapat melaksanakan program tersebut.

"Terkait kejenuhan perlu adanya terapi dan inovasi pendampingan di pengungsian. Bagaimana mengisi waktu mereka, ya saya harap ada program yang membuat para pengungsi betah di tengah kondisi darurat ini," katanya, kepada Tribun Jogja, Kamis (31/12/2020)

Baca juga: DPRD DIY Sesalkan Kebijakan Pemkot Yogyakarta yang Tak Menutup Pusat Keramaian, Ini Konsekuensinya

Baca juga: AS Jual Paket Bom Cerdas ke Arab Saudi dengan Nilai Sebesar Ini

Ia juga mengimbau kepada keluarga yang mengungsi bahwa langkah mengamankan kelompok rentan merupakan konsekuensi dari adanya status siaga Gunung Merapi.

Langkah tersebut sebagai upaya mengurangi risiko apabila sewaktu-waktu Gunung Merapi mengalami letusan.

Saat ini, lanjut Biwara masih ada sekitar 240 kelompok rentan yang masih mengungsi, mereka berasal dari Desa Glagaharjo dan Dusun Kalitengah Lor, Sleman.

"Untuk persiapan tempat pengungsian tambahan jika sewaktu-waktu kondisi darurat meningkat, barak baru sudah kami siapkan. Sementara kan yang dari Glagaharjo dan Kalitengah Lor," tandasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved