Polisi Amankan 22 Remaja yang Kepergok Warga Sedang Melakukan Aksi Vandalisme di Samas Bantul

Sebanyak 22 remaja yang masih berstatus pelajar di Kabupaten Bantul terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Polres Bantul mengamankan 22 remaja yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme di sebuah gudang warga di Jalan Samas, tepatnya di Siten, Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 22 remaja yang masih berstatus pelajar di Kabupaten Bantul terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib.

Penyebabnya, mereka kedapatan melakukan aksi corat-coret tembok milik warga tanpa izin di seputaran Jalan Samas, tepatnya di Siten, Kalurahan Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul. 

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi menjelaskan, aksi vandalisme para remaja di bawah umur tersebut dilakukan pada Senin (28/12/2020) petang.

Mereka menuliskan kata "MORENZA" disebuah tembok gudang milik warga bernama Bowo.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Rabu 30 Desember 2020 Hari Ini, Waspadai Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Ini

Baca juga: Klasemen Liga Inggris Setelah MU Menang Chelsea Hilang dari Lima Besar

Saat sedang mencorat-coret menggunakan cat, ada seorang saksi melihat aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh puluhan remaja itu.

Warga tersebut lalu menghampiri dan menanyai anak-anak tersebut, apa sudah mendapat izin dari pemilik gudang.

"Ternyata aksi corat-coret dilakukan tanpa izin. Vandalisme," kata Ngadi, saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (29/12/2020). 

Saksi kemudian memanggil warga lainnya, dan melapor kepada ketua RT setempat.

Warga yang berdatangan, meminta puluhan pelajar itu menutup kembali cat tulisan vandalisme yang mereka buat supaya bersih kembali seperti sedia kala dengan menggunakan cat abu-abu.

Selanjutnya, warga melapor ke Kepolisian. 

Petugas kepolisian yang mendapat laporan dari warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan puluhan remaja tersebut.

Mereka dibawa ke Mapolres Bantul untuk dimintai klarifikasi.

Ngadi mengaku belum bisa memastikan, apakah semua pelaku akan diproses hukum, sebab masih membutuhkan pendalaman.

"Yang melakukan unsur vandalisme akan kita lakukan proses hukum, tapi yang kurang bukti, kita lakukan pembinaan," tutur Ngadi. 

Baca juga: Info Terbaru Penerimaan CPNS 2021, BKN Perkirakan Penetapan Formasi Mei 2020

Baca juga: Cerita Timor Leste Kendalikan Coronavirus, 41 Kasus Covid-19 dan Nol Kematian

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved