Nasional

GeNose C19 dan Uji CePAD Diharapkan Mampu Akselerasi Screening COVID-19 di Indonesia

GeNose C19 buatan UGM dan Uji CePAD dari Unpad merupakan alat deteksi atau screening cepat terhadap keberadaan COVID-19 pada manusia.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan layar Konferensi Pers melalui kanal YouTube Kemenristek/BRIN, Senin (28/12/2020). 
Suasana Konferensi Pers melalui kanal YouTube Kemenristek/BRIN, Senin (28/12/2020).  

GeNose C19 saat ini sudah dipasang di beberapa rumah sakit.

Alat ini memiliki sensitivitas 92 persen dan spesifisitas 95 persen. 

Bambang mengungkapkan, pada Februari 2021, diharapkan kapasitas produksi GeNose C19 sudah bisa mencapai lebih dari 5.000 unit dan dapat dipakai di seluruh Indonesia. 

Adapun Uji CePAD besutan Unpad merupakan test kit berbasis antigen yang juga menjadi pilihan untuk menyaring dalam kegiatan test-lacak-isolasi untuk memutus rantai penularan. 

Uji CePAD mendeteksi keberadaan antigen virus dari sampel masal swab pada saat viral load sedang tinggi, sehingga bermanfaat untuk mengurangi potensi penyaluran penyakit. 

"Kita harap bisa mengurangi import untuk rapid test antigen. Sebentar lagi pengembangannya akan menggunakan berbagai sumber bahan mentah asal Indonesia untuk dapat digunakan dalam antigen domestik," tambah Bambang. 

Baca juga: Mengenal GeNose, Alat Deteksi Cepat COVID 19 dengan Teknologi AI

Keunggulan Uji CePAD di antaranya secara harga jauh lebih murah daripada PCR test, relatif cepat sekitar 15 menit, dan akurasi tinggi.

Antigen ini juga sudah direkomendasikan penggunaannya oleh WHO (organisasi kesehatan dunia). 

Uji CePAD sudah mendapat izin edar pada 4 November 2020 dari Kementerian Kesehatan.

Kapasitas produksinya mencapai 500.000 per bulan. 

Adapun akurasi alat ini sebesar 84 persen dan sudah memenuhi standar WHO.

Kisaran harga Uji CePAD ialah Rp120.000 per unit. 

"Harapan kami keberadaan baik GeNose C19 dan Uji CePAD ini akan membantu menekan proses penularan dengan kegiatan surveilans," kata Bambang. 

Seorang anggota tim pembuat GeNose C19, dr Dian Kesumapramudya Nurputra menerangkan untuk memastikan validasi dan akurasi GeNose C19 pihaknya telah melakukan dua penelitian besar. 

Baca juga: Resmi Dapatkan Izin Edar Kemenkes, GeNose C19 Buatan UGM Siap Lepas Landas

Pertama, profiling atau uji validasi di RS Bhayangkara dan RSLKC Bantul.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved