Yogyakarta

Dana Menipis, PMI DI Yogyakarta Harapkan Bantuan Pemda dan Dermawan untuk Penanganan COVID-19

Semenjak dua bulan lebih PMI DIY kehabisan dana dan barang-barang terkait COVID-19.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari ini (Senin, 28/12/2020) beredar pesan berantai di platform WhatsApp yang mengungkapkan Palang Merah Indonesia (PMI) DIY kehabisan dana dan barang-barang untuk keperluan pencegahan COVID-19.

Pesan tersebut ditulis atas nama Ketua PMI DIY, GBPH H Prabukusumo.

Prabukusumo membenarkan hal itu saat dikonfirmasi Tribunjogja.com.

Menurutnya, dana dan barang-barang yang digunakan PMI DIY dalam pencegahan COVID-19 selama ini berasal dari sumbangan pihak ketiga dan PMI Pusat.

Baca juga: Update COVID-19 DI Yogyakarta Senin 28 Desember 2020, Terjadi Penambahan 210 Kasus

"Semenjak dua bulan lebih PMI DIY kehabisan dana dan barang-barang terkait COVID-19. Setiap Senin pukul 10 pagi selama 8 bulan lebih kami membagi-bagikan disinfektan, APD, dan lain-lain. Pemda DIY mau serius enggak sih?," ujar Prabukusumo kepada Tribunjogja.com.

Ia mengungkapkan, semestinya Pemda DIY tidak hanya melakukan antisipasi dengan penambahan jumlah kamar pasien covid-19, rumah sakit, dan seterusnya.

Namun, bagaimana penanggulangan mengurangi penyebaran virus corona itu sendiri.

"Kita menanggulangi COVID-19 itu seperti kita buta, karena semua negara di dunia terus belajar tentang virus ini. Menurut kami satu-satunya untuk mengurangi penyebaran penularan virus COVID-19 ini dengan penyemprotan disinfektan yang tidak merusak barang-barang terbuat dari metal atau cat," bebernya.

"Saya tidak panjang lebar dan tidak mau berdebat kusir. Saran saya bekerja sama dengan PMI DIY, belikan disinfektan untuk penyemprotan disinfektan! Harusnya berpikir itu usaha preventif, penyembuhan, dan rehabilitasi," sambungnya. 

Prabukusumo menyebutkan, PMI DIY memiliki fasilitas truk gunner untuk menyemprot tempat-tempat yang setiap hari terjadi kerumunan.

Baca juga: Epidemiolog UI Pandu Riono : Tarik Rem Darurat Sekarang, Jangan Tunggu Tahun Depan

Semisal, Malioboro, Mangkubumi, Alun-alun Kidul, Alun-alun utara, dan sebagainya. 

Sementara, pemerintah kabupaten diimbau bekerja sama dengan PMI Kabupaten.

"Kami ada 4 mobil bak dengan 2 bak air dengan 2 sprayer untuk melakukan hal yang sama, menyemprot di setiap lokasi keramaian. PMI Kota bersama PMI DIY akan membantu. Tentu saja Satpol PP yang menertibkan di setiap lokasi. Saya kira bisa mengurangi penularan virus," ucapnya. 

PMI DIY pun telah membagi 360 sprayer yang tersebar ke puluhan kecamatan, PMI kabupaten/kota, Kwarda Pramuka, Banser DIY, Disperindag, wisma isolasi, dan lain-lain. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved