Penjelasan Mengapa Konsumsi Gula Berlebih Bisa Menaikkan Berat Badan Alias Bikin Gemuk

Selain bikin gemuk, kebanyakan mengkonsumsi gula dapat menyebabkan diabetes hingga penyakit jantung.

Tayang:
VIA THINKSTOCK
Ilustrasi 

Makan terlalu banyak gula tambahanmm terutama makanan yang kaya jenis gula yang disebut fruktosa dapat secara signifikan meningkatkan kadar hormon ghrelin yang meningkatkan rasa lapar sambil menurunkan kadar hormon peptida YY (PYY) penekan nafsu makan.

Fruktosa juga dapat meningkatkan nafsu makan dengan memengaruhi bagian otak yang disebut hipotalamus.

Hipotalamus bertanggung jawab atas banyak fungsi, termasuk pengaturan nafsu makan, kalori yang terbakar, serta metabolisme karbohidrat dan lemak.

Penelitian pada hewan menunjukkan, bahwa fruktosa dapat memengaruhi sistem pensinyalan di hipotalamus, yakni meningkatkan kadar neuropeptida yang merangsang rasa lapar.

Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2017.

Terlebih lagi, tubuh Anda cenderung menginginkan rasa manis.

Sebuah studi menunjukkan bahwa makanan dengan rasa manis dapat mengaktifkan bagian tertentu dari otak yang bertanggung jawab untuk kesenangan dan penghargaan, yang dapat meningkatkan keinginan untuk makanan manis.

Selain itu, gula dapat meningkatkan keinginan Anda untuk makanan yang sangat enak dan kaya kalori.

Dengan demikian, dampak gula pada hormon dan aktivitas otak dapat meningkatkan keinginan Anda untuk makanan yang rasanya manis dan dapat mendorong makan berlebihan yang keduanya dapat menyebabkan penambahan berat badan

4. Terkait dengan obesitas dan penyakit kronis
Sejumlah penelitian telah mengaitkan asupan gula tambahan yang tinggi dengan penambahan berat badan dan kondisi kronis, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Efek ini telah terlihat baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Sebuah tinjauan baru-baru ini terhadap 30 penelitian di lebih dari 242.000 orang dewasa dan anak-anak menemukan hubungan yang signifikan antara minuman yang dimaniskan dengan gula dan obesitas.

Studi yang tak terhitung jumlahnya menghubungkan makanan dan minuman manis dengan penambahan berat badan di populasi yang berbeda, termasuk wanita hamil dan remaja.

Studi lain pada 6.929 anak-anak menunjukkan bahwa mereka yang berusia antara 6 dan 10 tahun yang mengonsumsi lebih banyak gula, memiliki lebih banyak lemak tubuh secara signifikan daripada anak-anak yang mengonsumsi lebih sedikit gula tambahan.

Studi menunjukkan bahwa diet tinggi gula tambahan dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan kronis juga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved