Penddikan

Resmi Dapatkan Izin Edar Kemenkes, GeNose C19 Buatan UGM Siap Lepas Landas

GeNose merupakan inovasi pertama di Indonesia yang digunakan untuk pendeteksian COVID-19 melalui embusan napas.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari UGM, 

Saat ini, ungkap Dian, terdapat 7.000-an kasus positif covid-19 yang ditemukan setiap hari di Indonesia dengan tingkat pemeriksaan mencapai 34.000 sehari.

Dengan GeNose, lanjutnya, kemungkinan pemeriksaan bisa ditingkatkan menjadi 250.000-300.000 sehari.

“Jangan kaget apabila akan muncul ledakan jumlah kasus positif,” ucapnya.

Dian pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selama proses trial GeNose C19.

Terutama kepada para relawan, partisipan, site coordinator di setiap rumah sakit (RS), enumerator, asisten, DPJP, dokter ekspert SpPD, SpP, SpPK, SpTHT, SpAn, SpA, dokter umum, perawat, laboran yang terlibat di semua RS site mulai dari RS Bhayangkara R Said Soekanto, RS Kramat Djati, RSUP Dr Sardjito, RS Bhayangkara POLDA DIY, Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID Bambanglipuro Bantul, RS DKT dr Soetarto, RSPAU Hardjolukito, RS Akademik UGM, dan RS Saiful Anwar Malang.

“Selain itu, Prof Panut (Rektor UGM), Prof Paripurna (Warek Kerja sama dan Alumni), Direktorat PUI, Jajaran Dekanat FK-KMK dan FMIPA UGM, serta konsorsium industri (PT HIkari Solusindo Sukses, Nanosense, PT YPTI, PT Stethoq Indonesia dan PT Swayasa Perkasa) dengan jajaran engineer handal mulai fisikawan, ahli nanomaterial, ahli sensor, electrician, AI architect, ahli hukum dan ekonom di belakangnya, serta tak lupa dukungan BIN, Kemristek BRIN-LPDP, Kemdikdikti, Kementrian Kesehatan, POLRI, TNI dan Pertamina. Syukur Alhamdulillah karena tanpa semua pertemuan ini, mungkin project ini akan sulit terealisasi,” beber Dian.

Baca juga: Dies NataIis ke-71, Inventor GeNose Kuwat Triyono Terima Penghargaan Anugerah UGM 2020

Cara kerja GeNose C19

Pada prinsipnya, GeNose C19 mendeteksi keberadaan virus SARS-CoV-2 di orofaring atau tenggorakan melalui hasil metabolisme volatile organic compound (VOC) atau semacam senyawa hidrokarbon kompleks yang diproduksi dari hasil metabolisme virus.

Dian menuturkan, virus SARS-CoV-2 memiliki pola berbeda dengan pola virus-virus lainnya sehingga dapat terdeteksi.

Pola ini ditangkap pada saat orang mengembuskan napas oleh 10 sensor yang ada di dalam mesin ini.

Dari hasil pembacaan sensor akan muncul pola-pola gelombang elektrik yang kemudian diterjemahkan oleh lima macam software AI (intelegensi buatan) yang dipergunakan.

Dengan berbagai uji coba yang telah dilakukan, sistem AI pada alat ini semakin lama akan semakin pintar.

Semakin sering GeNose C19 terpapar dengan COVID-19, maka ia akan semakin akurat dan tepat dalam mendiagnosis COVID-19.

Berbeda dengan swab test PCR yang membutuhkan waktu pemeriksaan hingga beberapa hari, GeNose C19 dapat mendeteksi Covid-19 hanya dalam hitungan beberapa puluh detik dan tanpa menimbulkan rasa sakit.

Orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose C19 cukup meniup sebuah kantung berwarna putih.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved