Bisnis
Penjual Pernak-pernik Natal di Yogyakarta Terpukul Pandemi COVID-19
Masyarakat disinyalir masih menahan diri untuk berbelanja pernak-pernik Natal karena pandemi COVID-19 yang memukul pendapatan dan semua sektor usaha.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
Namun, saat ini ia menyebut dalam satu bulan pihaknya hanya mampu menjual satu pohon Natal saja.
"Punya dua pohon Natal, baru laku satu," katanya.
Tak hanya pohon Natal, ia juga menyebut penjualan untuk lilin, patung Natal, dan pernak-pernik lain, seperti bola-bola atau rumbai-rumbai juga turun drastis.
"Kalau tidak pandemi, penjualan sangat naik, bisa sampai Jakarta dan Surabaya," katanya.
"Kalung-kalung seperti Rosario juga mengalami penurunan penjualan," tambah Sutardiono lagi.
Baca juga: Tampilkan Suasana Berbeda, Jambuluwuk Malioboro Hotel Hias Pohon Natal dengan Benda Ini
Bahkan, di masa pandemi ini, Sutardiono menyebut perusahaannya sampai tak bisa melayani pesanan patung Natal yang dikirim keluar Jawa.
"Permintaan memang banyak sekali, tapi tidak bisa memenuhi untuk mengerjakan karena 17 karyawan diliburkan. Terpaksa dibatalkan, kami tidak mau janji-janji karena tidak ingin mengecewakan konsumen," bebernya.
Pihaknya hanya akan melayani pesanan patung kalau stok barangnya masih ada.
Pesanan patung biasanya dikirim sampai ke Larantuka, Ambon, Makassar, hingga Kalimantan.
Untuk bertahan di masa pandemi, ia mengatakan saat ini, perusahaannya bertahan dengan menjual apa yang ada dan apa yang bisa dikerjakan.
"Melayani apa yang bisa dilakukan seperti menerima pesanan souvenir untuk peringatan orang meninggal 100 hari atau 1000 hari dengan memanggil sejumlah karyawan yang diliburkan," tutup dia. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penjual-pernak-pernik-natal-di-yogyakarta-terpukul-pandemi-covid-19.jpg)