Bisnis
Penjual Pernak-pernik Natal di Yogyakarta Terpukul Pandemi COVID-19
Masyarakat disinyalir masih menahan diri untuk berbelanja pernak-pernik Natal karena pandemi COVID-19 yang memukul pendapatan dan semua sektor usaha.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kemeriahan dan suka cita suasana Natal biasanya tidak lengkap jika rumah dan gedung gereja atau perkantoran luput dari hiasan pernak-pernik Natal.
Kelap-kelip lampu, pohon natal yang berwarna hijau, serta miniatur bayi Yesus yang lahir di kandang domba menjadi pelengkap bagi umat Nasrani dalam merayakan lahirnya sang Juru Selamat.
Namun tampaknya perayaan Natal di tahun ini mesti dihelat secara sederhana dan tidak dengan gegap gempita akibat adanya pandemi COVID-19.
Masyarakat disinyalir masih menahan diri untuk berbelanja pernak-pernik Natal karena pandemi COVID-19 yang memukul pendapatan dan semua sektor usaha.
Baca juga: Kado Natal Ini Cocok Untuk Kamu Berikan Pada Orang Tersayang dan Bisa Kamu Bikin Sendiri
Akibatnya, pengusaha perlengkapan dan pernak-pernik Natal mengeluh dengan kondisi pandemi COVID-19.
Diakui bahwa, penjualan tahun ini seret dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi COVID-19.
Debora Lestanti (43) pemilik sebuah toko pernak-pernik Natal di Kota Yogyakarta turut merasakan hal yang sama.
Biasanya H-7 permintaan dari luar dan dalam kota terhadap sejumlah pernak-pernik Natal melonjak.
Bahkan, barang-barang tersebut diburu oleh pembeli dari luar pulau.
"Kebanyakan mereka beli paketan. Jadi langsung beberapa barang yang lumayan lengkap untuk pernak-pernik Natal," ujarnya.
"Tapi sekarang beda. Bisa jadi mungkin masih akibat pandemi COVID-19. Permintaan berkurang dibandingkan tahun kemarin," sambung dia.
Tak hanya pernak-pernik Natal, penjual perlengkapan doa bagi jemaat Nasrani pun demikian.
Baca juga: Wajib Rapid Test Antigen, Pengguna Jasa Kereta Api Menuju Yogyakarta Tetap Meningkat
Sutardiono (50), karyawan Toko Rosario di Jalan Solo-Yogyakarta, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, DIY mengatakan, penjualan pernak-pernik Natal seperti patung, bola-bola Natal untuk hiasan, rumbai-rumbai untuk hiasan turun hingga 80 persen.
"Masa pandemi ini sangat turun drastis. Turun 80 persen. Dibandingkan tahun lalu, jauh sekali perbedaannya," jelasnya.
"Kalau Desember tahun lalu, bisa mendapatkan sampai 30-50 juta untuk penjualan pohon Natal. Bisa terjual sampai 20-30 pohon Natal," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penjual-pernak-pernik-natal-di-yogyakarta-terpukul-pandemi-covid-19.jpg)