Breaking News:

Bisnis

Wajib Rapid Test Antigen, Pengguna Jasa Kereta Api Menuju Yogyakarta Tetap Meningkat

Berdasarkan data hingga Kamis (25/12/2020), terdapat kenaikan sekira 3 persen, dibanding sebelum memasuki libur Nataru.

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Wali Kota Haryadi Suyuti tengah berbincang dengan salah seorang pengguna jasa kereta api, di sela pemantauan Stasiun Tugu Yogyakarta, Kamis (24/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tingkat pengguna jasa moda transportasi kereta api untuk berkunjung ke Yogyakarta dalam libur Natal dan Tahun baru ini tercatat masih cukup tinggi.

Pandemi virus corona dan syarat Rapid test antigen tampaknya tidak memberi pengaruh signifikan.

Executive Vice President (EVP) PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, Asdo Atrivianto mengatakan, berdasarkan data hingga Kamis (25/12/2020), terdapat kenaikan sekira 3 persen, dibanding sebelum memasuki libur Nataru.

Ia menilai, Yogyakarta masih jadi magnet.

Baca juga: Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Masuk-Keluar Yogyakarta Wajib Tunjukan Syarat Ini

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap antusias untuk berkunjung ke Yogyakarta, karena magnetnya sebagai kota pariwisata. Selain itu, banyak warga yang ingin pulang ke kampung halaman, selama liburan beberapa hari ini," ungkapnya, Jumat (25/12/2020).

Menurut Asdo, kebijakan Rapid Tes Antigen tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk berwisata ke Yogyakarta dengan moda transportasi kereta api.

Ia meyakini, mereka sadar, jika kebijakan tersebut bukan untuk mempersempit gerak, namun demi kebaikan bersama.

Baca juga: KAI Siap Melayani Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Daftar Kereta Api di Yogyakarta

"Selaku penyelenggara sarana, kami berkomitmen senantiasa mengantarkan pelanggan secara aman, nyaman, lancar dan sehat. Makanya, protokol kesehatan kita terapkan, serta dikedepankan ya," terangnya.

Dipaparkannya, pada Kamis (25/12/20) lalu angka keberangkatan dari stasiun di daerah operasinya mencapai 3.246 penumpang.

Kemudian, angka kedatangan menyentuh 6.246 pengguna jasa perkeretaapian, yang didominasi tamu-tamu dari Surabaya, Bandung dan Jakarta.

"Setiap orang yang datang ke Yogyakarta wajib mematuhi prokes dan mempunyai identitas kesehatan. Sejak pandemi, kami langsug menerapkan perlindungan, baik pada pekerja, maupun mitra," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved