Kemendikbud Tertarik Kembangkan Situs Cagar Budaya di Sekitar Candi Borobudur Magelang

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, mendorong pengembangan situs cagar budaya

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Rendika Ferri
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, Kamis (24/12/2020), saat meninjau Situs Brongsongan di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, mendorong pengembangan situs cagar budaya di sekitar Candi Borobudur.

Pengembangan agar kunjungan wisatawan tak hanya menumpuk pada candi saja, tetapi juga di situs-situs cagar budaya di sekitar candi.

"Potensi yang ada di sekitar Borobudur luar biasa. Hal ini yang terlihat baru ibarat kulitnya belum sampai intinya. Untuk itu, upaya penyelamatan situs masih banyak yang harus dikerjakan. Luar biasa ini baru kita kupas ke kulitnya belum ke intinya. Jadi pekerjaanya masih banyak dan tentu kalau kita mandatnya kan perlindungan yang diutamakan adalah keselamatan dari situs,” katanya, Kamis (24/12/2020), saat meninjau Situs Brongsongan, Borobudur.

Baca juga: Sebanyak 20 Warga Binaan Lapas II A Magelang Terima Remisi Natal, Didominasi Kasus Narkoba

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta: Hari Ini Terjadi Penambahan 253 Kasus Baru di DIY

Situs-situs tersebut diantaranya, Situs Dipan di Dusun Dipan, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur.

Kemudian, Situs Brongsongan, yang ada di Dusun Brongsongan, Desa Wringinputih.

Selain itu, masih ada Situs Bowongan, Situs Samberan, Situs Plandi dan Kompleks Makam Belanda (Kerkhoff).

Melalui pengembangan yang lebih baik ke depan, wisatawan didorong untuk mengunjungi situs-situs tersebut.

Menurutnya, situs-situs cagar budaya itu layak dikunjungi.

"Mendorong wisatawan untuk mengunjungi situs-situs yang ada di sekitar Candi Borobudur. Hal ini untuk menghindari terjadinya penumpukan wisatawan di Candi Borobudur. Wisatawan selama ini telah mengetahui keberadaan Candi Borobudur, Mendut dan Pawon. Namun demikian di kawasan Candi Borobudur terdapat situs-situs yang layak untuk dikunjungi juga," katanya.

Hilmar juga memantau situasi Dipan, Brongsongan, Sendang Lanang dan Wadon di belakang Candi Pawon.

Di sendang tersebut, ia mengatakan ada penemuan struktur yang jika digali akan mengangkat lebih banyak lagi potensi.

Baca juga: Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Ucapkan Selamat Natal Bagi Umat Kristiani dan Katolik

Baca juga: Jiffina 2021 di JEC, Target Bisa Datangkan Enam Ribu Pengunjung

“Kemarin sempat diajak ke belakang Candi Pawon itu, Sendang Lanang dan Sendang Wadon itu ternyata ada juga struktur. Teman-teman kan sementara menduga ini nggak berdiri sendiri jadi ada sambungannya. Nah ini, tentu kalau kita terus melakukan penggalian akan ada kemungkinan mengangkat lebih banyak lagi,” tuturnya.

Melalui upaya-upaya tersebut, pihaknya mendukung program pemerintah dalam membangun destinasi super prioritas Borobudur.

Lebih banyak atraksi di luar candi, wisatawan tak hanya berkunjung ke candi saja, tetapi ke situs-situs yang tak kalah menarik.

“Ketika ada lebih banyak atraksi yang di luar, orang tidak akan bertumpuk semuanya, kemudian fokus ke Borobudur. Ada banyak fokus lain dan tentu nanti akan ada kerja sama dengan teman-teman di pariwisata yang selama ini mengelola, juga pemda sehingga atraksi-atraksi yang lain ini bisa dilihat juga,” tuturnya. (rfk)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved