Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Meski Pandemi, Tingkat Partisipasi Pilkada 2020 Kota Magelang Mencapai 77,85 Persen

Angka ini memang belum mencapai target KPU Kota Magelang sebesar 80 persen, tetapi sudah melampaui target nasional sebesar 77,50 persen.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Basmar Perianto, diwawancarai, Selasa (15/12) usai rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kota Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020 di Hotel Atria, Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020 mencapai 77,85 persen.

Angka ini memang belum mencapai target KPU Kota Magelang sebesar 80 persen, tetapi sudah melampaui target nasional sebesar 77,50 persen.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Basmar Perianto, Selasa (15/12/2020) usai rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kota Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020 di Hotel Atria, Kota Magelang.

"Tingkat partisipasi sebesar 77,85 persen. Target nasional terlampaui yakni 77,50 persen. Namun target kita belum, 80 persen," ujar Basmar, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS : KPU Kota Magelang Tetapkan Hasil Penghitungan Suara Pilkada 2020 Kota Magelang

Target KPU Kota Magelang sebesar 80 persen yang belum tercapai ini karena sejumlah kendala.

Kendala seperti sebagian pemilih yang berada di luar kota tidak menggunakan hak pilihnya karena banyak persyaratan dalam berpergian saat pandemi.

Selain itu, ada pemilih yang tak menggunakan hak pilihnya, karena sakit.

Ada juga yang tengah isolasi di rumah dan sudah akan dilayani KPU Kota Magelang, tetapi enggan menggunakan hak pilihnya.

"Kendalanya karena kan mungkin banyak pemilih yang ada di luar kota untuk pulang juga mungkin kaitan pandemi banyak persyaratannya. Lalu pemilih yang memang sakit dan tidak mau menggunakan hak pilihnya memang ada. Ada yang memang menolak tidak mau menggunakan hak pilihnya isman ada, isolasi di rumah sakit juga sakit itu tidak mau menggunakan hak pilih sudah kita datangi," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved