Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Bantul 2020, Halim-Joko Ungguli Suharsono-Totok, Raih 305.563 Suara

Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Bantul 2020, Halim-Joko Ungguli Suharsono-Totok, Raih 305.563 Suara

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho bersama komisioner KPU menandatangani berita acara dalam rapat pleno Rekapitulasi dan Penetapan hasil penghitungan suara, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020 di kantor KPU Bantul, Selasa (15/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menetapkan hasil perolehan suara masing-masing pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul 2020.

Pasangan nomor urut 1, Abdul Halim Muslih - Joko B Purnomo (AHM - JP) mendapatkan suara terbanyak dengan perolehan 305.563 suara.

Selisih 77.156 suara dengan pesaingnya, paslon nomor urut 2, Suharsono - Totok Sudarto (NoTo) dengan 228.407 suara.

"Hasil sudah kita tetapkan, dengan perolehan suara untuk pasangan calon nomor urut 1, sebanyak 305.563. Kemudian paslon nomor 2, sebanyak 228.407," kata Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho, setelah menutup rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten di kantor KPU Bantul, Selasa (15/12/2020). 

Rapat pleno tersebut dihadiri oleh saksi dari masing-masing paslon dan Bawaslu Bantul.

Rekapitulasi dan penghitungan suara berlangsung selama dua hari, tanggal 14 - 15 Desember 2020. 

Baca juga: Hasil Rekapitulasi Suara, Pasangan Aziz-Mansyur Menangi Pilkada Kota Magelang 2020

Baca juga: Penghitungan Suara Selesai, KPU Kota Magelang Tunggu Penyampaian Sengketa

Total jumlah suara sah ada sebanyak 533.970. Sementara suara tidak sah, 33.587 sehingga total suara sah dan tidak sah, sebanyak 567.557 suara.

Setelah ditetapkan, KPU Bantul, kata Didik, akan mengumumkan hasil tersebut selama 7 hari sembari menunggu apakah ada sengketa atau tidak.

Sebab, menurutnya perolehan suara hasil Pilkada rawan terjadi gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Didik mengaku akan menunggu rilis Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari MK yang dimungkinkan akan dikeluarkan sekitar akhir Desember - Awal Januari 2021.

"Jika tidak ada gugatan maka selanjutnya kami akan menggelar rapat pleno penetapan calon terpilih. (Dimungkinkan) bulan Januari," ujar dia. 

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul, Nuril Hanafi menilai tahapan penyelenggaraan Pilkada Bantul tahun ini mulai dari pemungutan suara hingga rekapitulasi suara dari tingkat TPS, kecamatan sampai Kabupaten berjalan cukup lancar, meski tidak bisa dipungkiri memang ada sejumlah catatan kejadian khusus. Namun semua itu dapat diperbaiki.(Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved