Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Penghitungan Suara Selesai, KPU Kota Magelang Tunggu Penyampaian Sengketa

KPU Kota Magelang selanjutnya akan menunggu penyampaian sengketa dari paslon terkait hasil Pilkada 2020 Kota Magelang.

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang menggelar rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kota Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020, Selasa (15/12/2020) pagi ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tahap rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kota Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020 telah selesai. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang selanjutnya akan menunggu penyampaian sengketa dari paslon terkait hasil Pilkada 2020 Kota Magelang.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Magelang, Bambang Sarwodiono, mengatakan, KPU Kota Magelang akan menunggu jika terdapat penyampaian sengketa dari paslon. 

Penyampaian sengketa paslon ini maksimal tiga hari usai rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kota ini.

Baca juga: BREAKING NEWS : KPU Kota Magelang Tetapkan Hasil Penghitungan Suara Pilkada 2020 Kota Magelang

Sengketa diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK)

“Kami menunggu apakah ada penyampaian sengketa paslon maksimal 3 hari dari rapat pleno ini. Setelah tiga hari, kalau tidak ada penyampaian menunggu dari MK di buku register perkara konstitusi (BRPK) kalau ada menunggu MK. Kalau tidak, 5 hari berikutnya penetapan terpilih bentuknya dengan SK,” katanya, Selasa (15/12/2020).

Bambang mengatakan, sengketa dapat diajukan.

Namun, sengketa perselisihan hasil pilkada (PHP) dengan syarat hanya selisih dengan jumlah dua persen dari suara sah.

Kota Magelang dengan penduduk kurang dari 250.000 jiwa, maka persyaratan selisih maksimal 2 persen dari suara sah.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto, mengatakan, setelah rekapitulasi ini, pihaknya menunggu jika terdapat sengketa atau tidak.

Baca juga: Meski Pandemi, Tingkat Partisipasi Pilkada 2020 Kota Magelang Mencapai 77,85 Persen

Jika tidak ada sengketa, maka lima hari setelah pengumuman MK, pihaknya akan menetapkan paslon terpilih.

"Kita nunggu apakah ada sengketa atau tidak, apabila tidak ada sengketa dari MK ada putusan apakah Kota Magelang masuk yang teregistrasi ada sengketa atau tidak. Kalau tidak ada sengketa itu berarti  lima hari setelah pengumuman MK itu kita tetapkan maksimal 5 hari paslon terpilihnya. Tapi kalau sengketa di MK dan diterima MK, tentunya nanti maksimal 45 hari itu sudah ada putusan MK," ujarnya.

Jika tidak ada gugatan, maka langsung ke penetapan.

"Ya langsung penetapan, pendaftaran ke PHP ke MK, 3 hari sejak ini, tapi kan nanti 3 hari sejak ini sudah mengeluarkan putusan yang diterima permohonan atau tidak lha nanti menunggu putusan MK tentang permohonan registrasi perselisihan pemilihan ini," tuturnya.  ( Tribunjogja.com  )

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved