Potensi Erupsi Gunung Merapi

Repeater Milik Komunitas Siaga Merapi Rusak, Komunikasi Lewat HT Terhenti

Repeater atau radio pemancar ulang milik Komunitas Siaga Merapi (KSM) rusak. Akibatnya komunikasi melalui Handy Talkie (HT) tidak berjalan. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
MASIH BERSTATUS SIAGA. Gunung Merapi diabadikan dari Kalitengah Kidul,Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (4/12/2020). Sebulan sudah Gunung Merapi berstatus Siaga dan data aktivitas gunung berapi teraktif didunia tersebut juga terus meningkat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Repeater atau radio pemancar ulang milik Komunitas Siaga Merapi (KSM) rusak.

Akibatnya komunikasi melalui Handie Talkie (HT) tidak berjalan. 

Ketua KSM, Rambat Wahyudi mengatakan repeater tersebut rusak akibat tersambar petir pada Jumat (11/12/2020), sehingga repeater hancur dan tidak bisa digunakan lagi. 

Repeater kata dia, sangat penting bagi KSM, terutama untuk komunikasi.

Beberapa daerah, salah satunya di Balai Desa Glagaharjo tidak terjangkau sinyal.

Baca juga: Jogja Smart Province di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta Ditargetkan Selesai 2023

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kulon Progo : Tambahan 8 Kasus Baru Hari Ini, Berikut Rinciannya

Meskipun sudah ada WiFi, tetapi sangat terbatas. 

"Repeater KSM digunakan untuk memantau Merapi dan koordinasi barak. Sangat penting untuk komunikasi. Selama ini dalam komunikasi pakai HT, baik untuk evakusasi dan lain-lain. Tetapi saat ini komunikasi terhenti total," katanya, Minggu (13/12/2020).

Ia berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sleman, sehingga komunikasi para relawan Merapi bisa lancar kembali.

Pihaknya sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. 

"Dulu kami buat sekitar Rp 12 juta, kami gunakan kas dan iuran warga. Tetapi saat ini infonya harganya Rp 18 juta, kas kami tidak banyak, sehingga tidak bisa melakukan pengadaan lagi," ujarnya. 

Baca juga: UPDATE Perolehan Suara Pilkada Klaten Versi Sirekap KPU, MULYO Memimpin Perolehan Suara

Baca juga: Pencapaian Aset Bank BPD DIY Pada November Capai Rp 15 Triliun

Terpisah, Kasi Mitigasi Bencana BPBD Kabupaten Sleman, Djokolelana menjelaskan ada bantuan CSR dari salah satu perusahaan berupa repeater.

Bantuan tersebut bisa dimanfaatkan oleh relawan di Balai Desa Glagaharjo.

Namun jika repeater tersebut tidak cocok atau tidak bisa digunakan oleh relawan, maka BPBD Sleman bisa melakukan pengadaan repeater menggunakan BTT.

Hanya saja, pengadaan harus segera disampaikan.

"Bisa saja (pengadaan menggunakan BTT), tetapi kan BTT hanya sampai tanggal 30 Desember. Jadi ya harus secepatnya," jelasnya. 

Ia menambahkan BTT yang disiapkan untuk menghadapi kedaruratan adalah Rp 57,68 Miliar. Hingga saat ini dana yang sudah terealisasi sekitar Rp 6 Miliar. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved