Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Cerita Bertugas Saat Pandemi, KPPS Pilkada Gunungkidul : Berat Tapi Harus Ikhlas

Meski pandemi, ribuan petugas KPPS dituntut untuk tetap bekerja profesional sekaligus menjaga diri dari potensi penularan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Alexander Ermando
Petugas KPPS di TPS 19, Pedukuhan Budegan II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul saat pencoblosan 9 Desember lalu. Tampak mereka mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Puncak tahapan Pilkada Gunungkidul ditandai dengan pemungutan suara secara serentak pada 9 Desember lalu.

Meski pandemi, ribuan petugas KPPS dituntut untuk tetap bekerja profesional sekaligus menjaga diri dari potensi penularan.

Seperti yang dikisahkan oleh Suhardi, Ketua KPPS di TPS 22, Pedukuhan Tunggul Timur, Semanu.

Ia menuturkan kerja para petugas sedikit lebih berat lantaran dalam situasi pandemi.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Klaten : Tambahan 7 Kasus Baru Hari Ini

Baca juga: Setelah Penantian 40 Tahun, Herry Gendut Janarto Luncurkan Novel Asmara Yogya Yogya

"Kami harus memastikan proses berjalan sesuai aturan, tapi di sisi lain juga menjamin keamanan dan kesehatan para pemilih," tuturnya pada Tribun Jogja beberapa waktu lalu.

Adapun para pemilih yang datang wajib mengenakan masker, mencuci tangan, dan dicek suhunya saat akan masuk TPS.

Sebelum mencoblos pun mereka wajib mengenakan sarung tangan plastik yang disediakan oleh petugas.

Belum lagi jika ada yang bersuhu tinggi, pemilih yang bersangkutan harus mencoblos di bilik terpisah dengan pendampingan.

Meski ada rasa was-was, Suhardi mengatakan pihaknya harus mengupayakan prosesnya berjalan lancar.

"Mau bagaimana lagi. Tentu berat tapi harus dijalani dengan ikhlas," kata Dukuh Tunggul Timur ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved