Breaking News:

Yogyakarta

Penjelasan Gugus Tugas COVID-19 DIY dan UGM Terkait Pesan Singkat Larangan Kunjungan ke Yogyakarta

Pesan singkat berisi tentang imbauan agar masyarakat tidak datang ke Yogyakarta tidak dibenarkan oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Instagram @humasjogja
Penjelasan Gugus Tugas COVID-19 DIY dan UGM Terkait Pesan Singkat Larangan Kunjungan ke Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa hari terakhir beredar pesan singkat yang mengatasnamakan tim Satgas COVID-19 Universitas Gajah Mada (UGM) terkait beberapa imbauan.

Pesan tersebut berisi tentang imbauan agar masyarakat tidak datang ke Yogyakarta dan Solo, karena pelayanan beberapa rumah sakit rujukan COVID-19 melebihi kapasitas.

Namun demikian, hal itu tidak dibenarkan oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Biwara Yuswantana, Jumat (11/12/2020) pagi.

Biwara menegaskan bahwa isi pesan tersebut tidak benar alias hoax, karena DIY saat ini masih membuka kunjungan wisatawan, namun setiap yang berkunjung wajib menaati protokol kesehatan (prokes) sesuai Pergub 48 Tahun 2020 tentang pedoman penyusunan panduan pelaksanaan pelayanan publik, yang mengharuskan setiap wisatawan wajib menyertakan surat keterangan sehat atau hasil rapid test.

"Itu hoax. Kami tidak melarang orang masuk DIY, yg dilarang adalah yang tidak sehat dan mengabaikan Prokes," tegas Biwara.

Baca juga: Ditlantas Polda DIY Pastikan Informasi Razia Masker Hoax

Pihaknya mengimbau agar masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi yang beredar dari pesan singkat maupun media sosial.

Selain itu, Biwara memastikan jika kesiapan dari segi medis untuk menyambut libur natal dan tahun baru saat ini sudah benar-benar matang.

"Intinya kami masih kengacu pada Pergub 48 tentang pedoman penyusunan pelayanan publik, dan Pergub 77 tentang penegakan hukum. Jadi Jogja tidak melarang siapa pun," ungkap Biwara.

Senada dengan Biwara, Kepala Bagian Hubungan Kelembagaan UGM Dr Iva Ariani juga membantah terkait kebenaran informasi yang beredar melalui pesan aingkat WA tersebut.

Ia menegaskan, pesan singkat berisi imbauan adanya penutupan Jogja dan Solo tersebut tidak dibenarkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved