Sudah Longgarkan Pariwisata, Pemkot Magelang Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berharap, geliat ekonomi rakyat khususnya pariwisata tetap berjalan, asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Penulis: DNA | Editor: MGWR
Dalam rangka meningkatkan edukasi penerapan protokol kesehatan, Sigit juga memberikan bantuan berupa face shield, thermo gun, dan sprayer untuk setiap RW.
Tak hanya itu, Sigit turut mengajak semua pihak agar bersama-sama memberi edukasi kepada khayalan tentang pentingnya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M).
Pihak tersebut diantaranya, para pamong, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua Rukun Tetangga (RT) dan RW
Agar lebih waspada
Terkait kasus Covid-19 di Magelang, Sigit menjelaskan, kurva virus Corona akhir-akhir ini mengalami kenaikan.
"Bukan maksud menakut-nakuti, tetapi biar ada tambahan kewaspadaan. Kami tak melarang warga keluar bekerja, tapi tetap jaga keluarga, tetangga, dan masyarakat dengan cara menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ucapnya.
Sigit menilai, kondisi di rumah sakit (rs) rujukan pasien Covid-19 mulai terbatas kapasitasnya.
Rumah sakit tersebut, diantaranya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar, Rumah Sakit Tentara (RST) Dr Soedjono, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soerojo, dan RS Budi Rahayu.
"Ruang isolasi di rs rujukan sudah penuh semua. Akhirnya kami buat tempat karantina di Hotel Borobudur. Ini keprihatinan kita semua," tutur Sigit.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Magersari Sadma Wahju Djatmika memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Magelang atas gelaran “Mlaku-mlaku Tilik Kampung”.
Menurut Sadma, peran Satgas Jogo Tonggo di tiap RW sudah optimal dalam memberikan edukasi, pembinaan.
Hal ini dibantu pula Satgas Covid-19 Kota Magelang, Pemkot Magelang, dan Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota.
"Dulu Magersari pernah menjadi episentrum tapi sekarang sudah terkendali. Selama perjalanan dari Maret sampai sekarang, banyak hal yang sudah dilakukan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," katanya.