Aneh Tapi Nyata

Inilah Prank Terbesar dalam Sejarah, Disiapkan 4 Tahun dan Melibatkan Gunung Api!

Oliver Bicker merancang lelucon alias prank meletusnya Gunung Edgecumbe di Alasaka dengan cara membakar tumpukan ban bekas di puncak gunung

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Wikimedia Common
Gunung Api Edgecumbe 

Begitu sampai di ketinggian puncak, mereka tidak melihat adanya gejolak kawah.

Melainkan hanya ada tumpukan ban.

Pilot juga melihat Bickar berdiri di samping tanda cat semprot besar-besaran di salju yang, menurut
Guardian, hanya bertuliskan "APRIL FOOL".

Lelucon itu membutuhkan waktu persiapan tiga hingga empat tahun.

Selain itu, prank ini juga membutuhkan kondisi langit cerah untuk efektivitas maksimum.

Bickar tidak mungkin membawa semua ban itu ke puncak gunung, jadi dia meminta bantuan seorang pilot helikopter untuk membawanya.

Mereka juga mengangkut minyak tanah, bom asap, dan kain perca.

Bickar sebenarnya sudah mengantisipasi supaya prank ini tidak terlalu menghebohkan.

Ia bahkan sempat memberi tahu Administrasi Penerbangan Federal tentang rencana mereka, yang
mengizinkan mereka untuk melanjutkan.

Menurut Museum of Hoaxes, orang-orang yang iseng itu bahkan memberi tahu polisi setempat, tetapi lupa menyebutkan rencananya kepada Penjaga Pantai. Maklum, lelucon itu menjadi berita utama global.

Satu reaksi dilaporkan datang dari seorang pengacara dari Denver yang, setelah menyaksikan letusan dahsyat Gunung Saint Helens yang terkenal pada tahun 1980.

Berita tentang lelucon Oliver Bickar dan prank-nya di Gunung Edgecumber
Berita tentang lelucon Oliver Bickar dan prank-nya di Gunung Edgecumber (net)

Ia mengiriminya kliping dari laporan berita terkait dengan catatan terlampir yang berbunyi "Kali ini 
b******n kecil, sudah bertindak terlalu jauh!".

Menurut Alaska Volcano Observatory (AVO), Gunung Edgecumbe, bagian dari rangkaian kerucut vulkanik bersarang yang agak rumit di dalam bidang vulkanik yang luas.

Gunung ini belum meletus selama lebih dari 4.000 tahun. Saat ini, ia tidak aktif atau sudah punah.

Jadi, jika Anda kebetulan tinggal di daerah tersebut dan melihat "abu" naik dari kawahnya, mungkin itu adalah orang iseng lain yang melanjutkan si gila Bickar, yang meninggal pada tahun 2003. (*/IFL Science)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved