Aneh Tapi Nyata
Inilah Prank Terbesar dalam Sejarah, Disiapkan 4 Tahun dan Melibatkan Gunung Api!
Oliver Bicker merancang lelucon alias prank meletusnya Gunung Edgecumbe di Alasaka dengan cara membakar tumpukan ban bekas di puncak gunung
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Prank atau lelucon dengan maksud untuk mengelabui orang-orang mungkin menjadi hal yang umum Anda temukan videonya di YouTube. Dari mulai prank yang sederhana hingga lelucon- lelucon rumit yang melibatkan banyak orang.
Tapi, sejarah mencatat prank terbesar dalam sejarah dan paling menghebohkan masih dipegang oleh Oliver “Porky” Bickar. Ia membutuhkan waktu persiapan selama 4 tahun dan melibatkan gunung api aktif dalam leluconnya.
Bahkan, prank tersebut memicu kepanikan warga dan petugas penjaga pantai.
Lelucon yang ia lakukan ini dirancang supaya bersamaan dengan momen April Mop.

Tepatnya pada tanggal 1 April 1974.
Di hari yang cerah dan indah, Bickar melancarkan aksi leluconnya.
Ia sudah menyebarkan berita bohong kepada warga Sitka, Alaska bahwa Gunung Api Edgecumbe akan segera meletus.
Ini tentu sangat meresahkan mengingat gunung api bertipe stratovlocano tersebut sudah lama tidak menunjukan aktivitas vulkaniknya.
Pada hari yang menentukan itu, ia dibantu oleh sekelompok temannya melintasi kawasan Sitka.
Kemudian mendaki gunung berapi setinggi 976 meter itu.
Di puncak gunung, mereka membakar puluhan ban dan melemparkannya ke area kawah.
Tak lama kemudian, asap hitam pekat membubung ke langit.
Pihak berwenang pun disiagakan.

Para petugas penjaga pantai sibuk bukan kepalang.
Mereka kemudian menerbangkan helikopter untuk melihat aktivitas vulkanik gunung itu dari jarak dekat.
Begitu sampai di ketinggian puncak, mereka tidak melihat adanya gejolak kawah.
Melainkan hanya ada tumpukan ban.
Pilot juga melihat Bickar berdiri di samping tanda cat semprot besar-besaran di salju yang, menurut
Guardian, hanya bertuliskan "APRIL FOOL".
Lelucon itu membutuhkan waktu persiapan tiga hingga empat tahun.
Selain itu, prank ini juga membutuhkan kondisi langit cerah untuk efektivitas maksimum.
Bickar tidak mungkin membawa semua ban itu ke puncak gunung, jadi dia meminta bantuan seorang pilot helikopter untuk membawanya.
Mereka juga mengangkut minyak tanah, bom asap, dan kain perca.
Bickar sebenarnya sudah mengantisipasi supaya prank ini tidak terlalu menghebohkan.
Ia bahkan sempat memberi tahu Administrasi Penerbangan Federal tentang rencana mereka, yang
mengizinkan mereka untuk melanjutkan.
Menurut Museum of Hoaxes, orang-orang yang iseng itu bahkan memberi tahu polisi setempat, tetapi lupa menyebutkan rencananya kepada Penjaga Pantai. Maklum, lelucon itu menjadi berita utama global.
Satu reaksi dilaporkan datang dari seorang pengacara dari Denver yang, setelah menyaksikan letusan dahsyat Gunung Saint Helens yang terkenal pada tahun 1980.

Ia mengiriminya kliping dari laporan berita terkait dengan catatan terlampir yang berbunyi "Kali ini
b******n kecil, sudah bertindak terlalu jauh!".
Menurut Alaska Volcano Observatory (AVO), Gunung Edgecumbe, bagian dari rangkaian kerucut vulkanik bersarang yang agak rumit di dalam bidang vulkanik yang luas.
Gunung ini belum meletus selama lebih dari 4.000 tahun. Saat ini, ia tidak aktif atau sudah punah.
Jadi, jika Anda kebetulan tinggal di daerah tersebut dan melihat "abu" naik dari kawahnya, mungkin itu adalah orang iseng lain yang melanjutkan si gila Bickar, yang meninggal pada tahun 2003. (*/IFL Science)