Pasangan Berselingkuh Berulang Kali, Pantaskah Dimaafkan? Ini Jawaban Ahli
Meski berat, Anda mungkin akan memaafkan pasangan yang berselingkuh. Tapi apa jadinya jika si dia berselingkuh tidak hanya sekali, tapi berulang kali!
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski berat, Anda mungkin akan memaafkan pasangan yang berselingkuh. Tapi apa jadinya jika si dia berselingkuh tidak hanya sekali, tapi berulang kali!
Mitzi Bockmann, pakar kehidupan bersertifikat dan advokat kesehatan mental yang berbasis di New York memberikan poin-poin penting yang harus Anda lakukan sebelum mengambil keputusan.
Setidaknya Anda harus menjawab lima pertanyaan sebelum memutuskan akan menyelamatkan hubungan atau mengakhirinya.
1. Apakah dia benar-benar menyesal?
Bertahan dari perselingkuhan yang berulang dan menjaga hubungan tetap utuh lebih sulit, dibandingkan perselingkuhan yang terjadi satu kali.
Namun ada satu elemen penting sebagai langkah pertama untuk menjadi pertimbangan, yaitu penyesalan.
Jika pasangan terus mempermainkan kita, maka ia harus menerima konsekuensi atas tindakannya.
Apakah ia menunjukkan penyesalan dan mengakui kesalahan? Apakah kita menerima seberapa banyak ia menyakiti kita? Atau justru ia mencoba menyalahkan kita?
Jika pasangan tidak bertanggung jawab atas perselingkuhannya, ada kemungkinan itu akan terjadi lagi.
Bahkan jika itu tidak terulang, hubungan kita selanjutnya akan terasa berat karena ia menyalahkan dan menyudutkan kita.
Jadi, apakah kita ingin menghabiskan sisa hidup kita dengan pria yang tidak bertanggung jawab atas tindakannya dan rasa sakit yang kita alami? Jika jawabannya tidak, sudah waktunya kita mengakhiri hubungan tersebut.
Baca juga: Inilah Ciri-ciri Jika Pasangan Anda Selingkuh, Nomor 1 Paling Gampang Diamati
2. Apakah pasangan bersedia mendapat bantuan?
Perselingkuhan yang dilakukan berkali-kali tidak datang tanpa sebab. Orang yang bermain-main dalam hubungan, biasanya berjuang untuk keinginannya lewat beberapa cara.
Orang yang berselingkuh sekali biasanya tidak ingin melakukannya. Ada sesuatu yang hilang dalam hubungan atau pernikahannya, dan bahkan tidak ia sadari.
Umumnya, orang seperti ini bertemu lawan jenis di tempat kerja yang memiliki pengalaman serupa dan menjalin persahabatan.