Update Corona di DI Yogyakarta

3 PTPS Positif COVID-19, Bawaslu Gunungkidul Lakukan Penggantian

Sebanyak 12 PTPS menunjukkan hasil reaktif saat rapid tes lalu menjalani tes PCR. Hasilnya ada 3 yang dinyatakan positif covid-19.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ribuan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) telah menjalani pemeriksaan Rapid Test sejak minggu lalu.

Hasilnya, sejumlah di antaranya dilaporkan positif covid-19.

Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Gunungkidul, Rini Iswandari mengatakan hasil tersebut terungkap pada Kamis (03/12/2020) ini.

"Sebanyak 12 PTPS reaktif Rapid lalu menjalani tes PCR. Hasilnya ada 3 yang dinyatakan positif," kata Rini pada wartawan sore tadi.

Baca juga: 14 KPPS Positif COVID-19, Dinkes Gunungkidul Tekankan Pentingnya Pemeriksaan Dini

Ia mengungkapkan ketiga PTPS tersebut berasal dari Kapanewon Patuk, Playen, dan Rongkop.

Sedangkan untuk 9 PTPS lainnya dipastikan negatif COVID-19 berdasarkan hasil uji laboratorium.

Pasca mengetahui hasil tersebut, Rini mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan.

Antara lain mengganti seluruh PTPS yang dinyatakan positif.

"Mereka diganti dengan mekanisme PAW (Pergantian Antar Waktu). Sedangkan yang negatif tetap bisa melanjutkan tugas sebagai PTPS," jelasnya.

Rini juga mengungkapkan saat ini masih ada satu PTPS yang belum menjalani Rapid Test.

Rencananya yang bersangkutan akan menjalani pemeriksaan pada Jumat (04/12/2020).

Sebelumnya kondisi serupa juga dialami oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani menyampaikan sampai saat ini ada 14 KPPS yang dinyatakan positif.

Baca juga: H-7 Pilkada Gunungkidul, Masih Ada 762 KPPS di Gunungkidul yang Belum Lakukan Rapid Test

"Mereka yang positif ini kami gantikan dengan petugas lain," kata Hani pada Rabu (02/12/2020) lalu.

Ia mengungkapkan sebanyak 762 petugas KPPS belum menjalani Rapid Test.

Rencananya mereka juga akan menjalani pemeriksaan besok hari di puskesmas terdekat.

Hani mengatakan pihaknya berusaha berkonsultasi dan melakukan pendekatan terhadap ratusan petugas tersebut.

Pasalnya, sebagian di antara mereka mengaku trauma jika harus menjalani Rapid Test ataupun PCR.

"Tetap kami upayakan berbagai pendekatan agar mereka bersedia melakukan pemeriksaan, demi memastikan keamanan pelaksanaan Pilkada," jelasnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved