Susah Buang Air Besar? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Kurangnya serat dalam asupan sehari-hari kerap membuat pencernaan tidak lancar. Akibatnya, buang air besar (BAB) pun menjadi sulit.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
Sembelit biasa terjadi pada orang dengan kondisi ini.
Diabetes diperkirakan dapat memengaruhi saraf di usus besar, yang dapat memperlambat pergerakan tinja.
3. Sindrom iritasi usus besar
Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar dapat menyebabkan sakit perut, gas, perut kembung, dan perubahan kebiasaan buang air kecil.
Melansir WebMD, jika Anda menderita sindrom iritasi usus besar dengan susah BAB, Anda mungkin akan memperhatikan bahwa gejala Anda bisa kambuh dan kemudian kebiasaan buang air besar dapat normal kembali.
Terkadang, diare saat buang air besar juga bisa terjadi pada kasus sindrom iritasi usus besar.
4. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon.
Kondisi ini bisa memperlambat banyak fungsi tubuh Anda, termasuk usus.
5. Penyakit neurologis
Sembelit lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit multiple sclerosis, penyakit Parkinson, cedera tulang belakang, dan penyakit otot distrofi neuromuskuler.
Orang dengan kondisi ini dapat mengalami masalah mengendurkan otot di dasar panggul yang membuatnya sulit mengeluarkan tinja atau usus besar mereka bekerja lebih lambat, menyebabkan lebih jarang buang air besar.
6. Kanker usus besar
Sembelit atau perubahan warna dan bentuk tinja Anda bisa menjadi tanda dari kanker usus besar.
Jika warnanya merah, merah marun, atau sangat gelap, mungkin ada darah di tinja Anda.
7. Penyakit Crohn
Penyakit ini menyebabkan iritasi dan pembengkakan di bagian mana pun dari saluran pencernaan.
Jika itu terjadi di rektum, Anda mungkin akan mengalami sembelit.
Oleh sebab itu, penyakit Crohn bisa menjadi penyebab susah BAB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sembelit_20151116_210940.jpg)