Susah Buang Air Besar? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Kurangnya serat dalam asupan sehari-hari kerap membuat pencernaan tidak lancar. Akibatnya, buang air besar (BAB) pun menjadi sulit.

Tayang:
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kurangnya serat dalam asupan sehari-hari kerap membuat pencernaan tidak lancar.

Akibatnya, buang air besar (BAB) pun menjadi sulit.

Penyebab susah BAB adalah kurangnya jumlah serat, kurang cairan, serta jarang bergerak

Tetapi anda perlu mencari tahu penyebabnya jika sudah lama mengalami susah buang air besar (BAB),

Apabila ada masalah dengan cara kerja saluran usus bawah (usus besar, rektum, dan anus), berarti mengalami “sembelit fungsional”.

Namun, jika bukan itu masalahnya, bisa jadi mengalami “sembelit sekunder”.

Artinya, susah BAB ini disebabkan oleh obat yang dikonsumsi atau adanya masalah medis tertentu.

Lantas, susah buang air besar gejala penyakit apa saja?

1. Divertikulosis

Melansir Health Line, divertikulosis adalah suatu keadaan di mana terbentuk banyak divertikula, tetapi tidak terjadi inflamasi Diverkula adalah kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran percernaan, terutama di usus besar (kolon).

Beberapa orang dengan divertikulosis tidak memiliki gejala.

Tetapi sebagian lainnya mungkin akan mengalami kembung, kram, diare, dan sembelit atau susah BAB.

Gejala ini mungkin menjadi lebih buruk jika kantung-kantung membengkak atau terinfeksi.

Itu adalah masalah yang disebut divertikulitis.

2. Diabetes

Sembelit biasa terjadi pada orang dengan kondisi ini.

Diabetes diperkirakan dapat memengaruhi saraf di usus besar, yang dapat memperlambat pergerakan tinja.

Ilustrasi
Ilustrasi (dok.istimewa)

3. Sindrom iritasi usus besar

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar dapat menyebabkan sakit perut, gas, perut kembung, dan perubahan kebiasaan buang air kecil.

Melansir WebMD, jika Anda menderita sindrom iritasi usus besar dengan susah BAB, Anda mungkin akan memperhatikan bahwa gejala Anda bisa kambuh dan kemudian kebiasaan buang air besar dapat normal kembali.

Terkadang, diare saat buang air besar juga bisa terjadi pada kasus sindrom iritasi usus besar.

4. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon.

Kondisi ini bisa memperlambat banyak fungsi tubuh Anda, termasuk usus.

5. Penyakit neurologis

Sembelit lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit multiple sclerosis, penyakit Parkinson, cedera tulang belakang, dan penyakit otot distrofi neuromuskuler.

Orang dengan kondisi ini dapat mengalami masalah mengendurkan otot di dasar panggul yang membuatnya sulit mengeluarkan tinja atau usus besar mereka bekerja lebih lambat, menyebabkan lebih jarang buang air besar.

6. Kanker usus besar

Sembelit atau perubahan warna dan bentuk tinja Anda bisa menjadi tanda dari kanker usus besar.

Jika warnanya merah, merah marun, atau sangat gelap, mungkin ada darah di tinja Anda.

7. Penyakit Crohn

Penyakit ini menyebabkan iritasi dan pembengkakan di bagian mana pun dari saluran pencernaan.

Jika itu terjadi di rektum, Anda mungkin akan mengalami sembelit.

Oleh sebab itu, penyakit Crohn bisa menjadi penyebab susah BAB.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved