Pandemi Covid-19 Belum Usai, Pemkot Yogyakarta Ingatkan Pentingnya Penerapan PHBS

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tak henti-hentinya mengkampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tak henti-hentinya mengkampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat.

Pasalnya, hal tersebut jadi salah satu kunci pencegahan penularan Covid-19 selama masa pandemi yang belum berakhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menandaskan, sosialisasi terus dilakukannya, hingga menyasar komunitas terkecil, atau keluarga di rumah.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh lengah sedikitpun dan wajib menerapkan PHBS sesuai anjuran.

"Itu terus kita kita lakukan. Kita selalu ingatkan masyarakat, agar terus menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19. Itu sederhana, tapi penting," ujarnya, Senin (30/11/2020).

Baca juga: RS Rujukan Covid-19 DI Yogyakarta Mulai penuh, Begini Tanggapan Sri Sultan HB X

Baca juga: Kasus Covid-19 DI Yogyakarta Melonjak, Kapasitas Tempat Tidur Non Critical 90 Persen Penuh

Ia menjelaskan, selama masa pandemi, masyarakat harus lebih memperhatikan pola makan, dengan asupan gizi yang seimbang.

Sebisa mungkin, hindari makanan-makanan yang tidak bagus untuk kesehatan tubuh. Kemudian, aktivitas merokok, alangkah baik jika dihentikan.

"Ini penting, menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi, ditambah aktivitas fisik, seperti olahraga ringan ya, setidaknya 30 menit sehari," ungkapnya.

Melonjaknya angka penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta akhir-akhir ini, diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan warga masyatakat, sehingga penerapan PHBS tidak kendor.

Khususnya, bagi para penderita penyakit bawaan seperti diabetes militus, hipertensi, atau kanker.

"Untuk menjaga, apabila warga punya penyakit komorbid, atau penyerta, agar selalu kontrol rutin, untuk mengetahui perkembangan penyakitnya itu," katanya.

Walau begitu, ia memahami, di masa pandemi banyak warga yang mengaku enggan berkunjung ke rumah sakit, sekadar untuk check up sekalipun, karena khawatir terular Covid-19.

Namun, imbuhnya, sejumlah faskes saat ini juga sudah menyediakan fasilitas kontrol via daring.

"Sekarang kan kita tidak harus datang ke RS, bisa konsultasi lewat WA (Whatsapp). Kontrol begitu saja sudah dicatat BPJS sebagai kontak sehat. Jadi, tetap diperhitungkan sebagai kontrol, meski secara daring," jelasnya.

"Kalau misal harus ke Puskesmas, sekarang jamnya juga bisa diatur. Misalnya, dapat nomor urut berapa, harus datang jam berapa, itu bisa diatur. Sehingga, harapannya tidak terjadi kerumunan di faskes ya," tambah Emma.

Baca juga: Kepala Dinkes DI Yogyakarta : Staf Kami Meneteskan Air Mata, Pasien Masih Terkapar di IGD

Baca juga: BKKBN Canangkan Desa Bugel Kulon Progo sebagai Pilot Project Kampung Keluarga Berkualitas 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved