Film Dongeng Kala Pandemi: Ayun-Ayun Negeri, Upaya KPK Gandeng Seniman 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bekerja sama dengan sutradara kondang Garin Nugroho melakukan pemutaran teater musikal

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Suasana diskusi usai pemutaran perdana film teater musikal Dongeng Kala Pandemi: Ayun-Ayun Negeri, Minggu (29/11/2020) di Kedai Kebun Forum Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bekerja sama dengan sutradara kondang Garin Nugroho melakukan pemutaran teater musikal berjudul Dongeng Kala Pandemi: Ayun-Ayun Negeri, Minggu (29/11/2020) di Kedai Kebun Forum Yogyakarta.

Pemutaran film itu menjadi salah satu rangkaian perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2020 sekaligus rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia 2020). 

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Giri Suprapdiono mengatakan, kerja sama dalam pembuatan film tersebut merupakan langkah pihaknya dalam menggandeng para seniman untuk terlibat dan berperan dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi. 

Sebab, KPK saat ini telah menambah program dalam upaya pemberantasan korupsi.

Baca juga: PREDIKSI Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar dan Harga Emas 30 November 2020

Baca juga: LIGA ITALIA: Tahun Depan Markas Napoli Ganti Nama Jadi Stadio Diego Armando Maradona

Selain aspek penindakan dan aspek pencegahan pihaknya juga menekankan upaya edukasi kepada masyarakat agar dapat menekan perilaku korupsi. 

"Film kami anggap menjadi wadah yang tepat dalam menyadarkan dan mendidik masyarakat untuk sadar terhadap perilaku anti korupsi. Karena media film mampu menyentuh sisi perasaan manusia untuk sadar bahwa pemberantasan korupsi merupakan hal yang penting dilakukan," kata Giri. 

Dia menambahkan, dalam film tersebut terdapat sejumlah tanda dan adegan yang tidak secara langsung menerangkan makna yang sesungguhnya dan berkaitan langsung dalam upaya pemberantasan korupsi kepada penonton.

Hanya mereka yang memiliki sensitivitas dan cermat mampu menangkap beberapa tanda dan adegan yang ditampilkan dengan sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. 

Misalnya saat ada atribut sebuah cangkir blirik yang muncul dengan warna khas putih loreng hijau yang biasa dipakai minum kopi atau teh baik di rumah atau warung kopi.

Cangkir blirik itu akan selalu diingat oleh pegiat anti-rasuah di Indonesia.

Sebabnya, cangkir atau mug yang berisi air keras ditemukan tergeletak di tempat kejadian penyerangan salah satu penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

"Cangkir seperti itulah yang diisi air keras lalu disiramkan ke wajah Novel Baswedan," ujar Giri.

Film teater musikal Garin ini mengisahkan Juru Pengarah Perempuan yang ingin menceritakan riwayat Indonesia dari Era Revolusi Industri 1.0 Zaman Moi Indie hingga sekarang ini.

Pada akhirnya, Juri Pengarah Perempuan memahami, bahwa di setiap revolusi teknologi dan industri tidak menjadikan masyarakat sipil yang sehat, produktif dan kritis.

Sementara, Jamaludin Latif, asisten sutradara sekaligus salah seorang penampil menyebut, proses pembuatan film ini tidak membutuhkan waktu yang lama.

Baca juga: Nasi Putih Bisa Picu Lonjakan Kadar Gula Darah, Nyaris Sama Seperti Makan Gula Murni

Baca juga: Khasiat Jahe yang Mengandung Antioksidan dan Anti-Inflamasi, Hingga Atur Gula Darah

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved