Breaking News:

Pilkada Klaten 2020

Program Paslon ORI Atasi Masalah Pembelajaran Siswa dan Sektor Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Paslon One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI), memiliki strategi tersendiri untuk mengatasi proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Paslon Bupati-Wakil Bupati Klaten, One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI), saat ditemui pada debat publik putaran pertama Pilkada Klaten di Al Hakim Convention Hall, Jumat (20/11/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Klaten di Pilkada 2020, One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI), memiliki program dan strategi tersendiri untuk mengatasi proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19.

Paslon nomor urut 2 ini memiliki komitmen untuk merekrut guru honorer, guna membantu dan mempermudah proses belajar mengajar siswa, selama merebaknya pandemi Covid-19, termasuk di wilayah Klaten.

Hal itu, ia sampaikan kepada awak media seusai debat publik putaran pertama Pilkada Klaten di Al Hakiim Convention Hall, Jumat (20/11/2020) lalu.

"Jadi gini, kaitan dengan pendidikan, kita tidak bisa pungkiri jika orangtua memiliki kendala tersendiri saat mendidik anak selama masa pandemi Covid-19. Selain itu, anak juga jenuh belajar dari rumah. Lalu kami punya rencana jika menang, kami ingin menambah tenaga guru, jadi kita aktifkan yang honorer," papar One Krisnata kepada awak media.

Baca juga: One Krisnata - Muhammad Fajri Janji Akan Memimpin Klaten dengan Hati

Baca juga: Usung Konsep Pemerintahan Bottom Up, One Krisnata Ajak Masyarakat Bersama-sama Membangun Klaten

Menurut One, untuk mengatasi kejenuhan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang kerap dilakukan selama masa pandemi Covid-19, rencana mengaktifkan guru honorer itu diyakini akan bermanfaat.

Apalagi, nantinya guru-guru diminta untuk mengajar siswa langsung ke rumah-rumah peserta didik.

"Kita kepingin, satu guru mendatangi rumah murid. Tapi maksimal, satu guru lima orang murid saja. Karena murid SD dan SMP (di Klaten) itu jumlahnya mungkin hampir 100 ribu atau sekitar 90 ribu lebih, maka kalau dibagi lima, kita butuhkan sekitar 18 ribu tenaga (guru) baru," ucapnya.

Pasangan Calon (Paslon) One Krisnata - Muhammad Fajri (ORI) mendapat nomor urut 2 di Pilkada Klaten 2020
Pasangan Calon (Paslon) One Krisnata - Muhammad Fajri (ORI) mendapat nomor urut 2 di Pilkada Klaten 2020 (dok.istimewa)

Ketua DPC Partai Demokrat Klaten itu menilai, program tersebut selain bisa menambah kecerdasan peserta didik, juga diyakini merupakan upaya untuk menyerap tenaga kerja baru.

"Selain bisa membantu kecerdasan anak, program ini juga bisa membuka lapangan kerja di Klaten," imbuhnya.

Sekadar informasi, paslon ORI memang menjadikan pendidikan sebagai satu di antara sektor yang mereka prioritaskan dalam Pilkada Klaten 2020.

Baca juga: Debat Publik Pilkada Klaten Direncanakan Sebanyak 2 kali, One Krisnata: Kami Siap

Baca juga: Muhammad Fajri Ucapkan Selamat Hari Guru, Memuliakan Guru Jadi Salah Satu Janji Kampanye Tim ORI

Selain pendidikan, mereka juga memprioritaskan sektor pertanian, ekonomi serta kesehatan.

Dalam kontestasi Pilkada Klaten 2020, paslon One Krisnata - Muhammad Fajri (ORI) diusung oleh koalisi tiga partai politik.

Adapun, tiga parpol tersebut yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved