Breaking News:

Cabai Rawit di Pasar Tradisional Sleman Melonjak, Berikut Daftar Harga Komoditas Lainnya

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi mengatakan pada minggu pertama November tercatat harga cabai rawit

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Bali
Ilustrasi Cabai Rawit 

Menurut dia, musim hujan cukup mempengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas di pasar.

Sebab beberapa komoditas rentan terhadap hujan, sehingga mudah busuk.

Hal lain yang mempengaruhi kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan.

Ia menilai perekonoman saat ini mulai meningkat, terutama dari rumah makan, restoran, dan hotel.

Baca juga: Warga 2 Desa di Klaten Terima Pembayaran Ganti Rugi Lahan Terdampak Tol Yogya-Solo hingga Rp2,7 M

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gelar Kampanye Besar-besaran Peringati Hari Anti Kekerasan Anak dan Perempuan

Baca juga: Pemkab Sleman Persiapkan Sekolah Tatap Muka Pada Pertengahan Januari 2021

Meskipun belum ada mahasiswa yang datang ke Sleman, namun sudah cukup banyak wisatawan yang masuk.

"Perekonomian sudah mulai meningkat. Misalnya saja hotel, harus menyediakan breakfast (sarapan) atau makan malam, restoran, warung-warung juga sudah mulai menggeliat," jelasnya.

Meski harga komoditas sudah mulai meningkat, Mae menyebut seluruh kenaikan harga masih dalam batas harga yang diperkenankan pemerintah.

"Harga masih di bawah batas. Misalnya daging ayam, batas tertinggi Rp 35 ribu, saat ini masih di kisaran Rp 34 ribu. Telur juga masih di bawah batas, harga tinggi Rp 24 ribu, di pasar masih Rp 23 ribu. Kalau untuk komoditas pertanian seperti cabai, tomat, bawang, tidak ada patokan pasti. Asal masih di bawah Rp 50 ribu, masih wajar," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved