Ayam Goreng Kalasan: Merawat Kuliner Tradisional, Merespons Pasar Digital

Makanan khas Yogyakarta yang memiliki sentra industri rumahan di kawasan Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Yogyakarta tersebut terus bertumbuh

Tayang:
Editor: Joko Widiyarso
DOKUMENTASI PPM UNY
Pelaku sentra industri Ayam Goreng Kalasan, dari kiri ke kanan Widodo dan Pandoyo, bersama pendamping kemitraan manajemen PPM UNY Anita Mustikasari. 

Teknik vakum agar awet dan segar

Guna mendukung pemasaran dan keinginan konsumen menikmati sajian kuliner segar, PPM UNY mengenalkan teknik vakum pada ayam goreng yang akan dikirim ke luar daerah.

Saat memberi pelatihan teknik vakum ayam goreng kepada pelaku industri Ayam Kalasan, pengajar Teknik Boga UNY Dr. Nani Ratnaningsih mengatakan, metode vakum mampu memperpanjang masa kedaluwarsa.

"Dengan teknik vakum, daging ayam yang sudah dimasak mampu bertahan 3 hingga 4 minggu. Jika ditambah dengan pembekuan bisa awet 3 sampai 6 bulan," terangnya.

Dengan menggunakan teknologi vakum, maka pasar industri Ayam Kalasan tidak perlu lagi khawatir masakannya basi jika harus mengirim pesanan ke luar kota atau ke luar negeri yang memerlukan waktu berhari-hari.

Disertai menuliskan di setiap pembukusnya panduan singkat pengolahan, maka konsumen tetap dapat menikmati segarnya Ayam Goreng Kalasan, meski melintas waktu. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved