Ayam Goreng Kalasan: Merawat Kuliner Tradisional, Merespons Pasar Digital

Makanan khas Yogyakarta yang memiliki sentra industri rumahan di kawasan Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Yogyakarta tersebut terus bertumbuh

Editor: Joko Widiyarso
DOKUMENTASI PPM UNY
Pelaku sentra industri Ayam Goreng Kalasan, dari kiri ke kanan Widodo dan Pandoyo, bersama pendamping kemitraan manajemen PPM UNY Anita Mustikasari. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Keberadaan Ayam Goreng Kalasan terus menggema, di tengah maraknya varian kudapan berbahan ayam.

Makanan khas Yogyakarta yang memiliki sentra industri rumahan di kawasan Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Yogyakarta tersebut terus bertumbuh di tengah pilihan kuliner yang kian beragam.

Berawal dari keinginan Widodo (71) sekira tiga dekade silam, yang ingin mempertahan masakan yang memiliki penikmat tersendiri, Ayam Goreng Kalasan terus berkembang dengan jumlah pelaku industri yang kian bertambah. Yang saat ini terus berupaya melakukan inovasi pemasaran di ranah digital.

Tak cukup hanya mengandalkan pada pemasaran konvensional dengan membuka gerai di sejumlah pasar di Yogyakarta dan sekitarnya, untuk merespons tren pelanggan dan penikmat kuliner ayam, kini mulai merambah "digital marketing".

Sentra industri yang berada di kawasan bersejarah Candi Kalasan, Sleman Timur, juga tak jauh dari kompleks Candi Prambanan lengkap bersanding dengan situs-situs prasejarah lain, menjadikan industri kuliner ini layak jadi unggulan khas Yogyakarta.

"Di tahun 2020 ini tercatat sudah ada 37 anggota yang bergabung dalam kelompok industri Ayam Goreng Maju Makmur. Yang merupakan nama kelompok industri kami," kata ketua paguyuban sentra ayam goreng Kalasan Pandoyo.

Pelaku industri Ayam Goreng Kalasan mempraktikkan penggunaan teknologi vakum bersama pengajar Teknik Boga UNY Dr. Nani Ratnaningsih.
Pelaku industri Ayam Goreng Kalasan mempraktikkan penggunaan teknologi vakum bersama pengajar Teknik Boga UNY Dr. Nani Ratnaningsih. (DOKUMENTASI PPM UNY)

Kelompok industri ayam goreng Maju Makmur yang berdiri pada 2 Februari 2012 dan dikukuhkan menjadi sentra industri ayam goreng pada medio 2015, kini terus bergerak mempertahankan cita rasa khas ayam goreng daging merah.

Tentu tetap mempertahankan pola pengolahan tradisional dengan beragam pilihan ukuran sajian. Mulai dari ayam utuh atau potongan bagian-bagian tertentu sesuai pesanan konsumen.

Guna menangkap peluang pasar yang kian besar, dengan peminat lintas daerah bahkan tercatat ada yang dari mancanegara, pola pemasaran digital mulai dilakukan.

Kehadiran PPM Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FE UNY) yang mendampingi manajemen pelaku industri rumahan tersebut, mulai membuka ruang pemasaran lintas teritori.

Dan ingin menjadikan pelaku sentra industri Ayam Kalasan tergerak memperlebar ceruk pasar, dengan pola pemasaran digital.

Menurut staf PPM FE UNY Anita Mustikasari, dengan pengenalan sekaligus mempraktikkan digital marketing, konsumen tanpa harus datang ke lokasi, akan lebih mudah mengenal produk olahan yang akan dibeli.

"Mengenalkan pola digital marketing ini mesti pelan-pelan. Apalagi pelaku industri ini sudah punya pola yang khas, yang dilakukan sejak lama. Harapannya pola digital marketing mampu mempercepat pemasaran. Dan tentu saja menambah omzet pelaku industri," kata Anita.

Pelaku sentra industri Ayam Goreng Kalasan, dari kiri ke kanan Widodo dan Pandoyo, bersama pendamping kemitraan manajemen PPM UNY Anita Mustikasari.
Pelaku sentra industri Ayam Goreng Kalasan, dari kiri ke kanan Widodo dan Pandoyo, bersama pendamping kemitraan manajemen PPM UNY Anita Mustikasari. (DOKUMENTASI PPM UNY)

Didukung beragam aplikasi digital yang saat ini kian dekat dengan publik, terlebih berbasis Android, pemasaran akan lebih efektif menjangkau ke banyak wilayah. Terlebih terkoneksi dengan jaringan transportasi online, maka, sentra industri Ayam Kalasan akan lebih dinamis dalam memacu gerak ekonomi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved