Larung Sengkala, Seniman Kota Magelang dan Komunitas Lima Gunung Memanjatkan Doa Ini
Dua buah wayang setan yang dilarung di Kali Progo oleh seniman Kota Magelang dan Komunitas Lima Gunung, Rabu (25/11/2020)
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dua buah wayang setan yang dilarung di Kali Progo oleh seniman Kota Magelang dan Komunitas Lima Gunung, Rabu (25/11/2020) tadi seakan menyiratkan arti bahwa prahara dan sengkala yang terjadi di bumi ini akan lenyap.
Penyakit, bencana dan pageblug akan musnah. Hanyut bersama wayang-wayang itu. Manusia akhirnya dapat hidup damai dan harmonis kembali.
"Semoga kebersamaan kita ini sebagai doa, puja kepada Yang Maha Kuasa semoga semua diberikan kesehatan, keselamatan dan juga doa ini khususnya untuk Gunung Merapi yang aktivitasnya siaga semoga letusan Gunung Merapi tidak membawa korban bencana bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Magelang dan sekitarnya,” kata Supadi Haryanto, Ketua Komunitas Lima Gunung saat ditemui di sela-sela Larung Sengkala di Sungai Progo, Rabu (25/11/2020).
Doa kemudian dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga: Kantor Imigrasi Yogyakarta Jemput Bola Layanan Paspor Melalui Eazy Passport
Baca juga: Dorong Partisipasi Pemilih di Pilkada, Pemkab Klaten Pasang 26 Baliho yang Berisi Seruan
Baca juga: Musyawarah Ganti Untung Tol Yogya-Solo Segera Digelar di 2 Dusun di Purwomartani Sleman
Doa yang khusus dan tak sembarang doa.
Penyakit akibat pandemi dan bencana Gunung Merapi, para seniman berharap seluruh warga dalam lindungan tuhan dan diberikan keselamatan.
Donga Kali yang berarti doa sungai, karena mereka memanjatkan doa di sana.
“Kita doa bersama semoga selalu dihindarkan dari bencana, musibah apapun di dunia ini. Selalu mendapatkan kesehatan, keselamatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT,” tuturnya.
Berbagai seniman dari berbagai paguyuban seni di Kota Magelang dan Komunitas Lima Gunung melarung sengkala sembari memanjatkan doa.
Seniman dari Kota Magelang diantaranya dari Pendhapa Sasana Pamardi Budaya, Sanggar Srikandi, Sanggar Arum Sari dan Seniman dari Komunitas Lima Gunung.
Sebagai perlambang tokoh wayang Semar dengan Betari Durga, acara itu dilangsungkan Pendhapa Sasana Pamardi Budaya di Meteseh Kota Magelang itu.
Mereka secara beriringan berjalan kaki menuju sungai Progo. Di bawah pepohonan sengon yang rindang, mereka menggelar pertunjukkan.
Sekitar 200 meter melewati pepohonan sengon dan pematang sungai, mereka tiba di Sungai Progo.
Sembari membawa dua tokoh wayang bergambar setan. Mereka melarungnya.