Cerita Jejak-jejak Binatang di Jalur Evakuasi Gunung Merapi Terungkap
Binatang di Jalur Evakuasi Gunung Merapi bukan macan tutul tapi anjing. Sedangkan di Magelang monyet turun ke perkampungan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
"Kalau ujung jejak ada bekas kuku, biasanya bukan macan. Info di masyarakat ada yang bilang lihat macan. Tapi karena belum ada dokumentasi, jadi kami belum bisa memastikan,"ujarnya beberapa hari lalu.
Soal Monyet Turun
Keberadaan monyet ekor panjang sebelumnya tampak di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, juga terlihat di wilayah Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sabtu (16/11/2020).

Adanya hewan tersebut juga dilihat oleh warga Krakitan, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Monyet tersebut sebanyak dua ekor tampak berkeliaran di perkampungan warga yang berjarak lebih dari 10 kilometer dari puncak Merapi.
"Kami melihat sejak tanggal 16 November. Dulunya ada dua ekor, sekarang terlihat tinggal satu ekor,” kata salah satu warga Krakitan, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sri Andarwati (38), Sabtu (21/11) kemarin.
Warga saat ada monyet tersebut sempat mengambil gambar. Namun, warga belum mengetahui secara pasti, monyet tersebut berasal dari mana. Entah dari wilayah sekitar atau dari lereng Gunung Merapi, masih belum diketahui.
“Dugaannya dari Merapi. Soalnya kalau ada warga yang kehilangan, desa nggak ada yang ngeshare. Dusun kami berjarak sekitar 10 sampai 15 km dari puncak,” tuturnya.
Soal hal tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Wiryawan mengatakan, perlu ditelusuri lagi lebih jauh soal keberadaan monyet tersebut.
“Kami telusuri lebih jauh ada kemungkinan efek dari kenaikkan aktivitas Merapi, tapi tidak menutup kemungkinan monyet itu juga perilakunya kadang-kadang sampai ke kampung. Dia punya perilaku berkelompok, jadi kalau turunnya sendiri ya mungkin ada dinamika kelompok perkelahian dan lain sebagainya,” ujarnya.
Pihaknya pun akan melakukan pengecekan berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah untuk wilayah Jawa Tengah. Wiryawan mengimbau kepada warga untuk mengabaikan dan tak memberi makan hewan tersebut.
“Sejauh monyet itu tidak mengganggu masyarakat, tolong biarkan secara alami. Jangan dikasih makan, nanti efeknya dia akan turun. Dijaga saja, kalau dia memang mengganggu laporan kepada kami dengan nanti kami akan berkoordinasi dengan BKSDA penanganannya,” imbau Wiryawan.( Tribunjogja.com | Maw | Rfk )