Berita Kesehatan

Mengenali Gejala Stroke yang Disebabkan Oleh Diabetes dan Cara Pencegahannya

Stroke terkadang dapat menyebabkan kerusakan permanen termasuk masalah komunikasi, kelumpuhan, dan masalah penglihatan.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock
Ilustrasi 

Berhenti merokok dan mencapai serta mempertahankan berat badan yang sehat juga akan membantu menurunkan risiko stroke.

Diagnosa stroke

Stroke dapat didiagnosis menggunakan sejumlah teknik berbeda. Dokter mungkin menguji perubahan fungsi tubuh. Pemindaian CAT dan MRI memberikan gambaran tentang otak, dan pemeriksaan ultrasonografi akan menunjukkan penyimpangan di arteri karotis.

Pengobatan Stroke

Untuk mengobati stroke iskemik (bekuan darah di otak), obat yang disebut alteplase dapat diberikan untuk membantu menghilangkan bekuan darah dan meminimalkan kerusakan.

Obat perlu diberikan dalam waktu 4 setengah jam setelah stroke terjadi, jadi semakin cepat Anda mendapatkan perawatan darurat, semakin besar peluang untuk menangani stroke. Sebagai alternatif, opsi bedah dapat membantu membuka penyumbatan pembuluh darah.

Perawatan stroke hemoragik melibatkan proses yang disebut kraniotomi di mana lubang kecil dibuat di tengkorak, darah dikeluarkan dari otak, dan pembuluh darah yang pecah diperbaiki.

Terapi rehabilitasi juga dapat memulihkan fungsi dan membantu orang untuk mempelajari kembali keterampilan kunci.

Obat-obatan, seperti antikoagulan, obat tekanan darah atau statin, dapat diresepkan untuk membantu mencegah kambuhnya stroke.

Perubahan Gaya Hidup

Berhenti merokok, merencanakan makan, melakukan aktivitas fisik, dan pengobatan semuanya akan membantu mengelola kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. (*/diabetes.co.uk)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved