Breaking News:

Status Siaga Gunung Merapi

Update Gunung Merapi Hari Ini, Terjadi Guguran 17 Kali dan Gempa Dangkal 9 Kali

BPPTKG Yogyakarta juga mengimbau agar aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III dihentikan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Update aktivitas pengamatan gunung Merapi periode pengamatan Rabu (18/11/2020) pukul 12.00 hingga 18.00 WIB menunjukan terjadi guguran sebanyak 17 kali dengan durasi 7-102 detik.

Dengan fase banyak atau hybird sejumlah 75 kali, amplitudo 2-32 mm.

Sementara gempa vulkanik dangkal sebanyak 9 kali dengan aplitido 46-75 mm, dengan durasi selama 12-53 detik.

"Sementara kondisi meteorologi cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup ke Barat, dengan suhu udara 18-24 derajat celcius," kata petugas BPPTKG Yogyakarta Heru Suparwaka melalui keterangan tertulis.

Ia menambahkan, sempat terdengar gemuruh satu kali bersumber dari gunung Merapi.

Sementara wilayah bahaya yang termasuk ke dalam teritorial DIY antara lain.

Kabupaten Sleman meliputi Kecamatan Cangkringan: Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).

Baca juga: Status Siaga Gunung Merapi, Wisata Jeep Lereng Merapi Sepi Wisatawan

 
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Magelang terbagi di Kecamatan Dukun dengan rincian, Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2)

Kabupaten Boyolali terbagi di Kecamatan Selo dengan rincian, Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi)
Kabupaten Klaten terbagi di Kecamatan Kemalang dengan rincian, Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang)

BPPTKG Yogyakarta juga mengimbau agar aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved